Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Terungkap, Mayat Tanpa Kepala Didalam Koper Adalah Seorang Guru Honorer

0 62
polri 73

Dradioqu, Jatim – di pinggir bawah Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim) telah ditemukan mayat dalam koper, mutilasi. ternyata bernama Budi Hartanto (28) warga Jl Tamansari, Kota Kediri.

Saat ini, Sudarmaji (54), ayah Budi, telah berangkat mendatangi RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar untuk mengecek kondisi mayat anaknya.

Nasuha, paman korban mengemukakan, pihak keluarga diberitahu tentang penemuan mayat tanpa kepala dalam koper dari petugas kepolisian.

“Tadi siang keluarga diberitahu terkait penemuan mayat tanpa kepala korban mutilasi di dalam koper.

Sekarang orangtuanya telah berangkat untuk mengecek ke kamar mayat RSUD Mardiwaluyo, Blitar,” ungkap Nasuha, Rabu (3/4/2019).

Sejauh ini pihak keluarga tidak pernah mendapati hal yang aneh pada korban.

“Orangnya pendiam, sehari-hari korban menjadi guru honorer di SDN Banjarmlati mengajar mata pelajar Kesenian,” jelasnya.

Selain menjadi guru honorer, Budi juga bisnis kecil-kecilan, berjualan di GOR Jayabaya serta jual beli HP (ponsel).

Pihak keluarga juga kaget saat diberitahu petugas kepolisian ada musibah yang menimpanya.

Menurut Nasuha, terkait dengan kepastian mayat dalam koper adalah Budi Hartanto setelah petugas mengecek sidik jarinya kemudian dikroscek identik dengan milik korban.

“Sekarang orangtuanya ke rumah sakit untuk melihat kondisi jenazahnya,” jelasnya.

Sementara rumah korban di Jl Tamansari, Kota Kediri mulai didatangi banyak pelayat dari keluarga dan tetangga.

Warga berdatangan setelah mengetahui kabar berita korban meninggal ditemukan dalam koper.

Hasil penyelidikan polisi terungkap, guru honorer itu sempat berkomunikasi dengan seorang rekannya melalui WhatsApp (WA), Selasa (2/4/2019) sekitar pukul 22.55 WIB.

“Itu kontak terakhir korban dengan rekannya yang juga guru,” ungkap Nasuha, paman korban, Rabu (3/4/2019) malam.

Kontak terakhir korban dengan rekannya terkait dengan obrolan gurauan.

Namun setelah kontak terakhir, HP milik korban sudah tidak bisa dihubungi lagi sampai sekarang.

Terkait penemuan mayat korban di wilayah Blitar, pihak keluarga tidak memiliki kerabat di Blitar

Namun ada rekan korban yang dari Blitar.

Sementara belum diperoleh kabar kapan jenazah korban dipulangkan ke Kediri.

Apalagi sampai saat ini kepala korban masih belum ditemukan.

“Jenazahnya dikenali dari sidik jarinya. Kami belum tahu kapan jenazahnya dipulangkan,” jelasnya.

Korban Budi Hartanto merupakan anak sulung dari 3 bersaudara.

Sementara suasana di rumah duka mulai didatangi para pelayat.

Hamidah ibu korban tak kuasa menahan sedih hingga menangis histeris setelah diberitahu putranya menjadi korban mutilasi yang ditemukan dalam koper.

“Anak saya salahnya apa… saya tidak terima,” ungkapnya.

Sejumlah kerabatnya tampak menenangkan dengan merangkulnya.

“Semoga pelakunya segera ditemukan,” tuturnya.

Dari penjelasan pihak keluarga, korban meninggalkan rumah selepas Maghrib.

Tujuan korban saat itu dilaporkan menuju warung kopinya di kawasan GOR Jayabaya atau Gedung Nasional Indonesia (GNI).

“Korban keluar naik sepeda motor, sampai sekarang sepeda motornya masih belum ditemukan,” jelas Nasuha.

Polisi mencari kepala korban

Meski telah mengungkap dugaan sementara identitas mayat dalam koper yang ditemukan di tepi sungai di bawah jembatan desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, polisi belum menemukan kepala mayat tersebut.

Karena itu, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, mengatakan bahwa saat ini polisi masih fokus mencari kepala korban yang diduga guru honorer asal Kediri tersebut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.