Ternyata PTSL Pekon Ketapang Berbuntut Panjang dan di Duga ada Intimidasi Terhadap Narasumber Tanggamus Lampung

0 25

DRADIOQU.COM – Tanggamus Lampung, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Pekon Ketapang Kecamatan Limau Tanggamus, ternyata berbuntut panjang, di duga Kepala Pekon Sirli melakukan Intimidasi terhadap warganya yang ikut program PTSL yang ada di pekonya.

Menurut pak S Y salah satu warga pekon Ketapang saat di wawancarai Wartawan di Kantor Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga Independent Pemantau Anggaran Negara. (LSM LIPAN) senin malam 8 Oktober mengatakan,, kurang lebih jam 19 : 30 tadi kami berempat di pangil Kepala Pekon ke rumahnya.

Di hadapan Ketua LSM LIPAN dan Ketua LSM GMBI juga wartawan yang mewawancarai Ia mengatakan. Sambil membaca SMS di Hp kakon Sirli mengatakan, Bila mana anak buahnya Kepala Pekon tidak mau membuat surat pernyataan perdamaian, Jagan di salahkan kami, kami ini akan masuk penjara, mereka mau nuntut mereka,” ujarnya.

Di tambah kanya, ucapan terahir Kepala Pekon Ketapang Sirli kepada kami, bila mana jam 10 besok (selasa) kami tidak menghadap kepala pekon, jangan di salahkan saya selaku kepala pekon. kami akan di ciduk. Yang di maksud kakon itu surat perdamaian lah, jam 10 besok kesimpulanya kami harus teken katanya, tapi belum di buat surat itu, setelah keluar dari rumah kakon kami langsung kesini,” ucapnya.

Menurut S I warga yang juga ikut datang ke kantor LIPAN menambahkan, Ia mengatakan kepada kakon Sirli, maunya Kepala Pekon mendampingi Pokmas kekantor Lipan cabut disana. saya tidak menyangka mau seperti ini, Tadinya saya biasa biasa aja, saya biarin aja, gak nyangka mau terjadi seperti ini sekarang ini sudah di tengah sudah di propinsi kata kakon,” ucapnya.

Senada dengan L K kepada wartawan ia juga mengatakan, Kemarin malam saya di pangil kakon Sirli, kalau kalian tidak mau tanda tangan, saya takut kalian terlibat katanya, intinya kami disuruh mecabut surat pernyataan itu, isinya 1.Pokmas mengukur di dampingi BPN. 2. Menyatakan bahwa kami tidak sadar atas  penanda tanganan tersebut kami tidak membaca dan tanpa dibacakan. Kepada Kakon  saya katakan apa yang kami katakan betul adanya dan tidak berlebihan,” tutupnya.

Masalah ini mencuat  dengan adanya surat pernyataan sebagian masyarakat Pekon Ketapang Kecamatan Limau, kepada LSM LIPAN dan Wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI) beberapa waktu yang lalu.

Sebagian masyarakat mengeluhkan besaran biaya pembuatan PTSL dan tidak adanya penjelasan pengunaanya, di tambah penyitaan buku Sertipikat warga yang sudah di terima mereka dari BPN saat pembagian. Juga komplen warga yang luas tanahnya tidak sesuai dengan aslinya karena hanya di ukur oleh Pokmas tanpa di dampingi orang dari BPN.(Syahril Fauzi/Apriadi- tim AJOI tgms)

Leave A Reply

Your email address will not be published.