Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tebing Koja tempat wisata keluarga 2019

0 130

Bidik kamera, Dradioqu.com, Tangerang Selasa 08 Januari 2019
Saat ini, Tangerang mempunyai tempat destinasi wisata baru. Destinasi tersebut bernama Tebing Koja atau yang dikenal oleh masyarakat sekitarnya sebagai Tebing Koja Kandang Godzilla

Tebing Koja Kandang Godzilla ini berada di pedesaan yang begitu asri. Menampilkan tebing-tebing eksotis yang memukau berpadu dengan kolam dan sawah yang menghijau. Sepanjang area tebing, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan rumput hijau dan semak belukar layaknya Kandang Gozilla.

Kawasan ini memiliki banyak bebatuan kapur yang menjulang tinggi ke atas dengan hamparannya yang hijau baik hijaunya tanaman padi dan tanaman lainnya maupun hijaunya air di rawa bekas tambang pasir.

Tebing Koja ini memberikan sensasi pemandangan layaknya suatu lembah yang dibawahnya terdapat hamparan sawah, danau kecil dan dikelilingi oleh tebing-tebing dan bukit-bukit pasir yang terbentuk secara alami dari sisa-sisa penambangan.

Objek wisata alam Tebing Koja termasuk kategori letaknya di wilayah pertanian. Untuk mencapai lokasi ini wisatawan harus berjalan kaki menelusuri perkebunan dan sawah yang masih asri. Lokasi ini membuat Tebing Koja Kandang Gozilla menjadi spot paling disukai oleh para pengunjung.

Lokasi wisata Tebing Koja ini sangat cocok sebagai tempat untuk berburu poto dengan sudut-sudut yang menarik. Di tempat ini kita bisa berfoto dengan berbagai spot yang berbeda. Selain batu yang mirip Godzilla, masih ada tebing batu yang terlihat seperti gapura masuk yang bisa menjadi pilihan spot foto. Puas menikmati pemandangan dari atas tebing, kita bisa turun ke bagian bawah. Di bawah kita bisa berjalan menelusuri sawah dan ladang sayuran dan batuan kapur yang lebih kecil.

Di bagian bawah juga terdapat sebuah pondokan kecil yang menjajakan minumam dan makanan ringan. Bisa dipakai untuk berteduh dan beristirahat jika kelelahan dan kepanasan.

Dibelakang pondokan tersebut terdapat rawa dengan air berwarna kehijauan yang berasal dari air hujan. Air berwarna kehijauan tersebut semakin menambah keindahan pemandangan yang ada di Tebing Koja ini. Persawahan, ladang dan rawa tersebut menambah keindahan dan keunikan pemandangannya. Di rawa tersebut kita dapat bermain perahu menelusuri kaki tebing, bahkan tidak jarang perahu tersebut digunakan untuk foto prawedding.

Menurut penduduk sekitar, sebutan kandang Godzilla sebenarnya hanya sebutan orang-orang yang datang ke tebing ini. Mungkin tempat ini mirip dengan habitat Godzilla yang ada di majalah, Film atau di buku cerita.

Dari cerita penduduk sekitar, Tebing Koja merupakan lahan bekas tambang pasir yang sudah tidak aktif lagi. Tetapi setelah tidak menghasilkan pasir lagi tempat ini ditinggalkan oleh penambangnya seperti dalam keadaan sekarang.

Akibat proses penambangan pasir oleh warga sekitar menyisakan tebing-tebing kapur yang menjulang secara acak namun terlihat cantik.

Kini penambangan pasir tersebut menjadi ladang penghasilan baru bagi warga. Karena setiap hari banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang untuk menikmati keindahan tebing-tebing yang seolah membawa kita ke zaman purbakala. Akhirnya bekas galian pasir ini disulap menjadi objek wisata oleh warga setempat.

Lokasi Tebing Koja Kandang Gozilla ini berada di Desa Cikuya, Solear, Tangerang, Banten. Jaraknya yang tidak telalu jauh dari jalan raya, membuat lokasi wisata Tebing Koja ini.

Bagi pembaca yang berminat ingin menikmati pemandangan Tebing Koja, bisa menggunakan akses Angkutan Umum jurusan Balaraja – Taman Adiyasa atau menggunakan Ojek Pangkalan. Jika menaiki kendaraan pribadi, kita keluar pintu tol Balaraja Timur, belok ke kiri menuju ke Serang. Tidak berapa jauh dari pintu tol disebelah kiri terdapat papan penunjuk menuju ke Cisoka atau Solear sehingga akhirnya objek wisata seperti ini merupakan salah satu solusi dalam pelestarian lingkungan yang rusak akibat penambangan yang tidak terkontrol dengan baik.

Sumber / Jurnalis : Suproni

Leave A Reply

Your email address will not be published.