Tantowi Yahya, mendorong pemerintah daerah di Indonesia untuk memanfaatkan peluang kerja sama dengan berbagai lembaga di Selandia Baru

0 25

DRADIOQU.COM – Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, mendorong pemerintah daerah di Indonesia untuk memanfaatkan peluang kerja sama dengan berbagai lembaga di Selandia Baru. Kerja sama yang bisa dijalin, antara lain pengembangan energi terbarukan, pengembangan dan pengelolaan eco-tourism, serta bidang kelautan.

Hal tersebut disampaikan Tantowi Yahya seusai working luncheonbersama jajaran pimpinan Government to Government (G2G) dan Massey University, di Wellington, Kamis (6/9/2018). Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Executive Director G2G, Malcolm Mallard, dan Vice Chancellor Massey University, Ray Geor.

Menurut Tantowi Yahya, di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia menginginkan kerja sama di empat bidang utama yang menjadi keunggulan Selandia Baru, yakni pendidikan, energi terbarukan, khususnya geothermal, eco-tourism, dan kelautan.

Saat ini Indonesia tengah mengembangkan energi terbarukan, khususnya energi panas bumi. Hal ini karena posisi Indonesia di Pacific Ring of Fire, sehingga memiliki kandungan panas bumi terbesar di dunia.

Selain itu Indonesia dapat belajar dari Selandia Baru yang memiliki konsep eco-tourism yang maju, yang memadukan pengembangan destinasi wisata dengan tetap menjaga kelestarian alamnya.

Terkait dengan hadirnya kepala daerah baru hasil pilkada serentak akhir Juni lalu, Tantowi Yahya mendorong agar kepala daerah yang baru terpilih untuk mendorong kerja sama dengan perguruan tinggi unggulan di Selandia Baru. “Terbentuknya pemerintahan baru di daerah hasil pilkada serentak 27 Juni lalu, merupakan momentum untuk menjalin kerja sama antara universitas unggulan di daerah dengan universitas di Selandia Baru,” ujarnya.

Dia mencontohkan, Universitas Pattimura di Ambon dan Universitas Sam Ratulangi di Manado berpeluang menjalin kerja sama dalam menggarap potensi sumber daya laut dan perikanan. Universitas Mataram di Nusa Tenggara Barat untuk peningkatan produksi agribisnis dan peternakan.

Selain itu, menurut Tantowi Yahya, perlu diupayakan kerja sama untuk pengembangan geothermal di Sumatera Selatan, eco-tourism di Sumatera Utara, dan industri peternakan di Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut Malcolm Mallard menyambut baik inisiatif yang disampaikan Dubes Tantowi Yahya, dan menyatakan Selandia Baru juga berkepentingan mendorong kerja sama dengan akademisi dan institusi di Indonesia. “Selandia Baru telah menjadi success storydalam pemanfaatan ekonomi terbarukan utamanya geothermal yang 15% sudah masuk dalam supply chain energi nasional,” ujarnya.

Dalam aspek pariwisata, Selandia Baru telah menjadi percontohan kelas dunia dalam penanganan eco-tourism. Baru-baru ini Selandia Baru memperoleh penghargaan sebagai negara terbaik dalam penanganan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.RILIS /DPW

Leave A Reply

Your email address will not be published.