Sunny (cinta pertamaku)? Masih ingatkah kamu tentang cerita ini?

0 46

DRADIOQU.COM – Sunny (cinta pertamaku)? Masih ingatkah kamu tentang cerita ini? Atau hanya aku sendiri yang mengingatnya? Aku harap kamu memiliki ingatan yang bagus tentang cerita ini, cerita kita.

Tak pernah terbayangkan olehku sebelumnya, awal pertemuan itu menjadi awal aku unik. Aku ingat betul saat itu masuk SMA dan diadakan MOS (Masa Orientasi Siswa), aku tidak sengaja bertemu denganmu. Saat diadakan MOS, kamu dipercaya untuk menjadi ketua kelompok yang berisikan aku dan teman-temanku. Pelajaran dari perkenalan biasa, yang membuat kita satu alumni pada saat SMP dulu.

Kamu adalah kakak kelasku tapi aku tidak pernah bertemu denganmu sebelumnya, begitupun sebaliknya. Dan kamu menghadiri game: menulis surat cinta. Betapa sulitnya aku dulu untuk mengarang cerita itu. Tidak, pacar tidak punya. Akhirnya, entah aku mengintip namamu dari kemeja putih sekolahmu. Satu nama yang aku ingat dan aku tulis di surat cinta. Hanya sebagai persyaratan untuk MOS tersebut, sampai akhir Anda mengucapkan kata terima kasih kepadaku karena telah menulis surat cinta itu. Mungkin aku baperan saat itu, terima kasih terima kasih darimu yang anggap sebagai tanda bahwa kamu suka kepadaku. Sama sama sekali tidak.

Entah mengapa sejak saat itu hatiku berdebar saat melihatmu. Aku sering curi-curilike kompilasi melewati kelasmu. Berusaha meminta nomor handphonemu untuk temanku untuk menyatakan ulang tahunmu. Bahkan, sampai sekarangpun aku masih ingat tanggal lahirmu. Hal yang aku lakukan berbuah manis. Kamu sering membalas obrolan dariku. Kita bisa lebih sering mengobrol.

Tapi, semua hal yang kita lakukan pencurian lebih dari pertemanan. Aku dengar kamu jadian dengan temanku. Sakitnya hati ini. Kamu anggap aku apa? Lalu, hal-hal yang kita lakukan bersama itu apa? Tidak adakah perasaan sedikitpun darimu untukku. Semenjak hari itu, aku menjadi pendiam. Dan bodohnya aku tetap berkomunikasi denganmu. Seakan aku tegar dengan semua ini. Sebenarnya dalam hatiku aku menangis. Aku berharap kamu dan dia berpisah.

Kemudian, tidak ada yang terjadi di bangku kelas 3 SMA. Aku tidak pernah bertemu denganmu lagi semenjak kamu lulus sekolah. Dan aku mendengar bahwa kamu telah berpisah dari temanku. Aku tidak tahu alasannya apa, yang jelas ada secercah harapan aku bisa bersama denganmu. Entah kapan itu? Aku sendiri tidak tahu. Kita pun jadi lebih intensif dalam konteks sampai aku dan aku masuk ke perguruan tinggi. Dan dari sini, cerita pahit itu dimulai.

Kamu menghubungiku ketika sedang belajar di kampus. Kamu berjanji akan menjemputku pulang dan kamu menepati itu. Sepanjang jalan, rasanya senang sekali bisa berlalu denganmu seperti ini. Hati ini tidak berhenti berdebar. Malam berlalu setelah kamu mengantarku pulang, kamu menyatakan cinta padaku. Rasanya seperti mimpi tapi ini fakta. Betapa senangnya aku ternyata terakhir kamu menyatakan cinta padaku? Tentu saja, aku bilang iya. Bagaimana tidak aku telah menunggunya selama 4 tahun untuk menyatakan perasaannya padaku.

Ternyata aku salah. Bagai tersambar petir disiang bolong, duniaku yang ceria seakan runtuh seketika. Keesokan malam, kamu memutuskanku lewat telepon. Aku yang saat itu belum benar-benar mengerti yang itu seperti apa, hanya bilang, “Kalau itu yang terbaik, nggak apa-apa. Aku ikhlas. ”Dan lagi-lagi aku bodoh, kenapa tidak kutanyakan pada saat itu alasannya memutuskan aku.

Aku hanya bisa menangis kehilangan dirimu. Butuh waktu lama untuk memilikimu dan sangat tepat juga aku memilikimu. Waktupun berlalu, 3 tahun pasca kamu sedang mencoba untuk menemukan nomor handphonemu yang sudah pernah kukatakan karena kesal. Aku anggotakan diri untuk menanyakan alasan mengapa dulu kamu memutuskanku?

Hatiku sangat sakit ketika kamu melihat alasanmu karena aku hanya kamu kasih padaku. Apa yang kamu kasihani dariku? Apa karena wajahku yang tidak cantik? Apa kamu malu memiliki pacar sepertiku? Lalu, apa benar karena alasan itu atau ada hal yang lain yang sengaja buat untuk berpisah dariku?

Jika kamu menjawab dari dulu, mengapa kamu mempermainkan hati ini? Apa kamu menyatakan cinta padaku? Salah aku apa padamu? Dari saat itu, yang aku rasakan hanya sakit. Sakit sekali rasanya jika hanya kita yang mencintai tapi tidak dicintai. Apa yang aku lakukan selama ini dan dia membalasnya karena hanya dia kasihan kepadaku.

Empat tahun aku menunggumu dan berusaha untuk bisa mendapatkan hatimu. Ketika hari sendiri tiba, baru satu hari aku memilikimu, kamu malah memilih pergi dariku. Huft, biarlah cerita itu akan aku kenang selalu sebagai cinta monyetku di SMA dulu. Bagiku dari dulu hingga sekarang kamu tetaplah sunnyku. Cinta pertamaku. Aku tidak bisa melupakanmu dengan menggunakan kenangan yang kita lalui bersama.

Benar kata orang, cinta pertama yang sangat sulit dilupakan. Meskipun kini, aku sudah memiliki tambatan hati dan aku tidak tahu apakah kamu juga memiliki tambatan hati. Tapi, hati ini masih mencarimu. Berharap kamu bisa kembali lagi padaku dan mencintaiku dengan tulus bukan karena kasihan kepadaku.

Maaf kalau sampai detik ini, aku masih ingin dan bukan maksud hatiku untuk bermain hati. Namun, hati ini masih menyimpan rasa yang sama seperti dulu. Tidak bisa, hanya bisa jadi kamu bahagia bersama pasanganmu nanti entah siapa wanita yang beruntung itu.NDA

Leave A Reply

Your email address will not be published.