Sebuah prolog diucapkan oleh seorang anak dengan pakaian hijau menyala di atas panggung Konser Karawitan Anak Indonesia 2018

0 17

DRADIOQU.COM – Sebuah prolog diucapkan oleh seorang anak dengan pakaian hijau menyala di atas panggung Konser Karawitan Anak Indonesia 2018, di Taman Ismail Marzuki beberapa waktu lalu. Rupanya ia tidak sendiri, ditemani enam orang teman sebayanya, mereka semua bersiap memperlihatkan keahliannya memainkan alat musik pukul bernama Dol, khas Bengkulu.

Gemuruh tepuk tangan menyertai permainan dol anak-anak yang berasal dari Sanggar Bumei Gunung Bungkuk, Bengkulu. Seperti yang dikatakan MC, tujuh anak ini menampilkan pertunjukan “Barempuk Ngacik”.

Secara harfiah, “Barempuk Ngacik” berarti saling beradu dan memenangkan. Dua kelompok yang saling bertemu dan ingin bersaing. Esensi ini yang ingin digambarkan tujuh orang anak tersebut.

Dasar pola-pola tradisi dan unsur kanak-anak menjadi pijakan permainan mereka. Namun, tetap ada eksplorasi ritmis yang coba dipadu dalam kompilasi tanpa menghilangkan ciri khas tradisi Dol itu sendiri.

Itulah penampilan pertama dari 10 daerah yang akan membuka perhelatan Konser Karawitan Anak 2018, yang berlangsung pada 25-27 Oktober 2018, di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Ketua panitia pelaksana, Edi Irawan menjelaskan, konser ini merupakan upaya menguatkan karakter generasi muda yang berbasis pada seni musik tradisional. Terdapat total 31 sanggar dan sekolah yang akan mewakilkan daerah asalnya.

“Kegiatan ini merupakan upaya kita untuk memetakan perkembangan kesenian, khususnya seni musik tradisi bagi kalangan anak-anak. Tidak hanya itu, tentu saja kegiatan ini akan memberi ruang segar bagi ide-ide baru kreativitas maupun produktivitas anak-anak kita, agar tersedia lagu-lagu ataupun bentuk-bentuk musik yang beragam dari setiap daerah yang ada,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kesenian, Restu Gunawan, dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini memiliki banyak manfaat strategis dalam menggali, membina, serta mengembangkan seni musik Indonesia, khususnya bagi generasi muda.

“Kegiatan ini mendorong generasi muda untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas seni, terutama minat untuk lebih mengenal, memahami dan menghargai seni, khususnya musik etnik,” katanya.sp

Leave A Reply

Your email address will not be published.