Saya sudah hampir 20 tahun merantau dan tinggal terpisah dari keluarga

0 41

DRADIOQU.COM – Saya sudah hampir 20 tahun merantau dan tinggal terpisah dari keluarga, tepatnya sejak masuk sekolah menengah atas. Saya harus menuntut ilmu di kota yang jaraknya sekitar 180 km dari kampungku. Tahun-tahun awal memang berat bagiku, karena di usia yang saat itu masih 15 tahun, saya cukup merasa kewalahan mengurus diri sendiri. Sering juga saya merasa kesulitan beradaptasi dan kangen dengan suasana di rumah, jadi tidak jarang saya merasa homesick.

Beruntung saya punya seorang ibu yang luar biasa mengasihiku. Beliau kadang datang mengunjungiku, mengirimkan makanan kesukaanku, mengajak saya pergi jalan-jalan, membelikan saya baju baru dan yang terpenting selalu mendoakan saya di setiap napas hidupnya. Beliau menjagaku dari kejauhan.

Saat ini, walaupun masih tinggal terpisah dan saya bekerja di ibu kota, dan seiringnya waktu ibu juga sudah semakin berumur, giliran saya yang  menjaga ibu. Sempat saya berjanji kepada ibu saat saya mau berangkat ke Jakarta, bahwa kapanpun ibu membutuhkan saya, saya akan ada dan berjuang bersama beliau.

Saya menepati janji saya, saat ibu harus menjalani operasi pengangkatan rahim, saya rela resign dari pekerjaan dan pulang untuk menemani dan merawatnya selama proses penyembuhan. Banyak sekali air mata dan pengorbananku selama merawat ibu, tapi justru momen ini mengukuhkan bahwa aku bisa menjaga ibu, ada baginya di saat dia butuh. Bersyukur ibu sudah pulih dan sudah bisa beraktivitas seperti biasa, dan saya kembali ke ibuu kota untuk melanjutkan karierku.

Menjaga dari jauh, demikianlah saya menggambarkan hubungan saya dengan ibu. Walaupun kami terpisah dengan jarak yang jauh, tapi kami tetap saling menjaga. Setiap hari saya menelepon ibu, walaupun yang kami obrolkan adalah hal-hal sepele tapi kami bisa menikmatinya.

Setiap ada liburan panjang saya pasti mengunjungi ibu di kampung halaman, dan melakukan aktivitas yang kami senangi bersaya yaitu memasak. Menjaga bukan berarti hanya dalam hal-hal yang spektakuler, tapi sesederhana memikirkan dan mendoakan orang-orang yang kita kasihi.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.