Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sang Raja Eropa Tersingkir Di Kandang Sendiri

0 26
Gambar Ilustrasi

“Semua kerajaan tidak lebih dari kekuatan dalam kepercayaan.” Demikian kutipan masyhur dari seorang penyair Inggris, John Dryden.

Kerajaan yang dibangun Real Madrid di belantika sepakbola Eropa akhirnya runtuh jua. Runtuh oleh secercah kepercayaan yang dibawa oleh prajurit dari Amsterdam, Ajax. 

Ketersingkiran dalam sebuah turnamen profesional adalah hal yang lumrah, karena memang pilihannya hanya ada dua: menang atau kalah, juara atau jadi pecundang. Namun di balik sebuah hasil akhir, terkadang sarat akan nilai historis.

Ajax Amsterdam secara spektakuler membantai Real Madrid 4-1 di Santiago Bernabeu, pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (6/3) dini hari WIB.

Kemenangan De Amsterdamers dipersembahkan oleh gol yang masing-masing dicetak oleh Hakim Ziyech, David Neres, Dusan Tadic, dan Lasse Schone. Los Blancos hanya sanggup membalas sekali melalui Marco Asensio.

Hasil tak terduga ini memastikan langkah Ajax ke babak perempat-final lewat keunggulan agregat 5-3. Madrid pun harus mengakhiri kejayaannya di Liga Champions

Kendati bertindak sebagai tim tamu dan punya kewajiban menang 2-0, Ajax memulai laga dengan amat meyakinkan. Dominasi mereka sedikit di atas Madrid bahkan mampu membuka keunggulan 1-0 ketika laga baru berjalan tujuh menit.

Sontekan tajam Hakim Ziyech memaksimalkan sodoran Dusan Tadic jadi penyebabnya. Tertinggal satu gol, Madrid lantas lakukan serangan frontal ke lini pertahanan Ajax. Namun hasilnya nihil dan lini belakang mereka malah kembali kedodoran di menit 18.

Tadic lagi-lagi jadi sutradara. Umpan cerdiknya dalam skema serangan balik, dengan tenang dimaksimalkan oleh David Neres. Ajax pun unggul 2-0 sesuai kebutuhan dan hasil itu bertahan hingga turun minum.

Pada paruh kedua, dominasi Madrid makin menjadi dan serangan yang mereka lancarkan jauh lebih banyak. Namun Ajax justru makin menjauh 3-0 menginjak menit ke-62.

Bintang utama pertandingan, Tadic, mencatatkan namanya di papan skor melalui tembakan melambung indah berbekal bola pemberian Donnya van de Beek. Kontroversi sempat hadir, karena proses gol diawali perdebatan bahwa bola sudah keluar lapangan.

Namun wasit pemimpin laga, Felix Brych, tak menganulir gol setelah mendapat bantuan dari Video Assistant Referee (VAR).

Harapan sempat dimiliki Madrid tatkala perkecil ketertinggalan 3-1 di menit ke-70. Marco Asensio jadi pencetak gol-nya, melalui sontekan mendatar akurat diawali umpan Sergio Regulion.

Namun segalanya praktis berakhir setelah dua menit berselang tendangan bebas fantastis Lasse Schone, membawa Ajax unggul 4-1! Kedudukan itu bertahan hingga bentrok usai dan dominasi Los Galacticos di Liga Champions pun resmi berakhir

Leave A Reply

Your email address will not be published.