Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Polres Metro Tangerang Kota Berhasil Amankan Pelaku Pengeroyokan dan Tawuran Antar Pemuda Di Tangerang

0 70

Dradioqu, Kota Tangerang – Tawuran di Sepatan berawal dari saling ejek dan saling tantang di media sosial, antara kelompok pemuda / remaja dari Kutabumi dengan Kelompok pemuda / remaja dari Cadas yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dari kelompok Cadas.

Berawal dari laporan masyarakat yang didapat bahwa ditemukan seseorang tergeletak di sd, Kampung Teriti RT 004 RW 004 tepatnya di depan SDN 2 Karet Desa Karet Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang Banten.

Kapolsek Sepatan turun langsung ke TKP, sampai di TKP ternyata orang tersebut tidak ada Kemudian Kapolsek beserta anggotanya mencari ke beberapa rumah sakit.

Kelompok pemuda yang berhasil diamankan

Infonya korban dibawa ke rumah sakit, lalu dicari ternyata memang betul korban dibawa di RS Hermina sampai di RS Hermina dicek sudah dibawa ke RS umum di sana sekitar jam 06.30 WIB.

Kasus ini sudah di tangani oleh Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Sepatan, jadi gabungan untuk mengungkap kasus ini.

Kejadian tersebut terjadi berawal dari saling ejek dan sebuah tantangan yang di pasang melalui media sosial dan disepakati disuatu tempat antara kedua Kelompok tersebut.

“Tempat yang Di sepakati antara kedua belah pihak, di tengah – tengah antara Kotabumi dan Cadas. Ketua kelompok dari kotabumi berinisal Dd seorang perempuan dan Cadas berinisial R, kemudian ada 20 anggotanya ada masih sekolah dan sudah tidak bersekolah.

Kemudian setelah kita menangkap 15 orang ada 7 dari kelompok kotabumi, kemudian dari cadas 8 orang jumlah yang sudah di tangkap ada 15,” beber Kombes Pol Argo Yuwono.

15 dari pelaku tersebut ada 7 dari anggota kelompok kutabumi yang melakukan pengeroyokan terhadap korban AR (16) dan 8 orang dari kelompok Cadas ditangkap oleh pihak Kepolisian Polres Metro Tangerang Kota.

AR meninggal dunia, usai dikeroyok oleh pihak sekelompok pemuda dari Kutabumi yakni pada Minggu 09 Juni 2019 sekira pukul 03.30 Wib.

Korban AR (16) mengalami luka di kepala, tangan, badan, kaki terluka karena senjata tajam (sajam) dan di setrum menggunakan senter yang dapat mengeluarkan tegangan listrik.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolres Metro Tangerang Kota didampingi Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Abdul Karim dan Kasubag Humas Polrestro Tangerang Kompol Abdul Rachim, Kasat Reskrim dan juga Kapolsek Sepatan saat Konferensi Pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Senin (10/6/2019).

Setelah para pelaku mengeroyok korban, Argo menjelaskan, para pelaku lalu melarikan diri ke arah kutabumi.

Lebih Lanjut Argo mengatakan pihak kepolisian masih mengejar 5 pelaku lainnya dari kelompok Kuta Bumi.

Barang bukti

“Dari kelompok kutabumi yang masih dalam daftar pencarian orang (DPO) ada 5 orang berinisial M, A, F, AB dan DD sedang di cari anggota penyidik yang masih bekerja dilapangan,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.

Adapun hukuman untuk masing – masing kelompok berbeda – beda, dari kelompok Cadas karena membawa sajam kita kenakan UU darurat dan dari Kutabumi kita kenakan UU Pasal 170 dan Pasal 338 karena menghilangkan nyawa seseorang,” pungkas Argo.

Kini sejumlah barang bukti seperti Celurit, gergaji besi, parang, tongkat baseball, senter, batu dan sepeda motor yang digunakan para pelaku diamankan di Polres Metro Tangerang Kota.(fahmi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.