Peringati Hari Pariwisata Se Dunia 2018 Pemkab Bulukumba Gelar Event World Tourism Day 2018

0 39

DRADIOQU.COM – Kesadaran merawat lokasi dan daya tarik potensi pariwisata menyertai kebijakan pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Bulukumba, Sulawesi-Selatan hal tersebut dibuktikan dari kolaborasi lintas sektor pada penyelenggaraan kegiatan aksi bersih dan penanaman pohon sebagai salah satu bentuk edukasi terhadap pengusaha wisata dan masyarakat di sekitar kawasan wisata Pantai Pasir Putih Tanjung Bira dan Pantai Bara.
Langkah ini diakui Kepala Dinas Pariwisata Bulukumba, Muh. Ali Saleng, merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata masyarakat serta pemerintah kabupaten untuk mendukung harapan dan cita-cita pengembangan Bulukumba menuju kawasan pariwisata International.

Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Pariwisata Bulukumba terus melakukan pembenahan dalam rangka untuk menyambut kunjungan tamu, wisatawan, dan pelancong yang setiap waktu datang bertandang ke kota Butta Panrita Lopi.
Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba berkomitmen untuk memberikan kesan indah dan nyaman kepada setiap tamu dan wisatawan, baik wisatawan domestic, regional, maupun wisatawan mancanegara.

Wisatawan tak hanya diharapkan bisa menikmati panorama alam pantai dan surga bawah laut yang eksotis. Akan tetapi, wisatawan juga akan disambut dengan keramah-tamahan warga masyarakat dan suasana lingkungan yang nyaman.
Mendasari kebijakan tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba pun memutuskan untuk menggandeng keterlibatan berbagai elemen dan lembaga terkait dalam memperingati hari pariwisata dunia tahun 2018, sebagai rangkaian, “World Tourism Day” yang jatuh pada hari, Kamis, (27/09) kemarin, jelasnya kepada awak media di sela-sela pelaksanaan acara bersih pantai, dan penanaman pohon.

Kegiatan bersih pantai dan penanaman pohon yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Rumah Belajar Bersama (RBB), DPC Adwindo, Kareso, Sahabat Pulau, DPC PHRI Bulukumba, Perkumpulan OASE, Harmoni, KHP Jeneberang II, KPA Pena, dan Kepala Desa Bonto Tiro tersebut diawali dengan kegiatan edukasi menyangkut persoalan sampah yang diantarkan materinya oleh Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba, Syamsul Bachri.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan Syamsul Bachri untuk mengupas tuntas mengenai efek dan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan pembakaran sampah. Karena dampaknya yang dapat menyebabkan polusi dan pencemaran udara.

Selain membahas persoalan larangan membakar sampah, Syamsul Bachri juga mengajak masyarakat untuk dapat sedini mungkin mengurangi produksi sampah dengan melakukan pemilahan terhadap jenis sampah daur ulang, dan sampah yang sama sekali, tidak dapat di daur ulang.

Disamping itu, warga juga diminta untuk memilah jenis sampah yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pupuk kompos.
Ratusan peserta dari Kabupaten Bantaeng, turut serta memeriahkan pelaksanaan “Gelar Bersih Pantai dan Kegiatan Edukasi Persampahan yang ikut melibatkan Hero, dan JICA, selaku pemateri pada rangkaian praktek pemilahan sampah.
Rangkaian bersih pantai, penanaman pohon, dan edukasi lingkungan, diakhiri dengan kegiatan belajar Bahasa Inggris bersama dengan kelas gratis Dinas Pariwisata dan RBB. (Fadly Syarif)

Leave A Reply

Your email address will not be published.