Pengadilan Mesir menguatkan putusan sebelumnya yang menghukum mati 75 anggota dan pendukung Ikhwanul Muslimun

0 27

DRADIOQU.COM – Seperti yang dikutip dari CNN bahwa Pengadilan Mesir pada Sabtu (8/9) menguatkan putusan sebelumnya yang menghukum mati 75 anggota dan pendukung Ikhwanul Muslimun — termasuk sejumlah wartawan — karena terlibat dalam aksi demonstrasi menyusul digulingkannya Presiden Mohamed Morsy pada 2013.

Sebanyak 739 terdakwa disidangkan secara massal karena mengikuti aksi duduk selama satu bulan penuh di alun-alun Rabaa al-Adawiya dan al-Nahda, Kairo, menentang penggulingan Morsy.

Aksi tersebut berujung bentrokan massal ketika aparat keamanan Mesir di bawah perintah Jenderal Abdel Fattah el-Sisi — sekarang menjadi presiden — berupaya membubarkan massa dengan senjata otomatis, kendaraan taktis, dan buldoser militer. Ratusan orang terbunuh dalam bentrokan tersebut.

Mereka yang dihukum mati oleh Pengadilan Pidana Kairo antara lain para pentolan Ikhwanul Muslimin seperti Essam El-Erian, Mohamed Beltagy, Abdel-Rahman al-Bar dan Osama Yassin.

Dari 75 terdakwa yang dihukum mati itu, 44 orang mendekam di penjara sementara 31 masih buron.

Para terdakwa masih dimungkinkan melakukan banding.

Sementara itu, sebanyak 56 terdakwa dihukum seumur hidup, termasuk Ketua Ikhwanul Muslimin Mohamed Badie.

Sekitar 200 terdakwa dihukum penjara hingga lima tahun, di antaranya adalah fotograper Mahmoud Abu Zeid, juga dikenal sebagai Shawkan.

Begitu hakim selesai membacakan vonis, mereka langsung bersorak, karena sebagian sudah menjalani masa tahanan dan bisa bebas dalam waktu dekat.

“Mereka yang dipenjara lima tahun akan dibebaskan, tetapi menurut vonisnya, mereka akan berada dalam pengawasan sampai lima tahun berikutnya,” kata Mohamed Wahid, pengacara para terdakwa.

Shawkan, 31, ditangkap pada 14 Agustus 2013 ketika sedang mengambil foto para aparat yang membubarkan aksi duduk di Rabaa. Dia kemudian mendapat penghargaan Press Freedom Prize dari lembaga kebudayaan PBB, UNESCO, pada April 2018.

Aksi pemerintah membubarkan demonstrasi di alun-alun Rabaa Adawiya dikecam keras oleh masyarakat internasional. Sedikitnya 817 orang tewas dalam bentrokan, menurut laporan Human Rights Watch yang dirilis pada 2014.CNN

Leave A Reply

Your email address will not be published.