Penampilan boyband Super Junior (Suju) dan iKon pada penutupan Asian Games 2018

0 46

DRADIOQU.COM – Penampilan boyband Super Junior (Suju) dan iKon pada penutupan Asian Games 2018 pada Minggu (2/9) malam masih terus diingat. Suju dan iKon menjadi dua dari sekian banyak boyband asal Korea yang mampu menghentak musik dunia. Mereka tidak hanya dikenal lewat lagu, tetapi juga tarian penampilan fisik mulai dari gaya rambut sampai pakaiannya.

Fenomena K-Pop tidak dipungkiri mampu menghipnotis generasi milenial terutama di Indonesia.

Apakah K-Pop sekarang bisa disejajarkan dengan musik dunia? Adji Pamungkas alias Jikun gitaris band Rock, Rif ketika ditanya soal itu tidak menampiknya.

“Itu benar, karena saya melihat penampilan mereka yang ganteng-ganteng, busana mereka yang serba wah serta musik yang sederhana ditambah dengan tarian dan koreo para personelnya mampu membuat mata dunia terbuka bahwa bicara musik enggak hanya bicara kuping (pendengaran) tapi bicara tentang mata dan hati. Wajah ganteng dan cantik, busana yang menarik juga bisa dijadikan nilai untuk berkembang di Industri musik tanah air,” ungkap Jikun saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/9).

Ditambahkan Jikun, kehadiran Suju dengan musik K-Pop nya menambah warna musik baru bagi industri musik dunia. Hal itu yang harusnya dicontoh Indonesia yang memiliki Dangdut sebagai musik tradisonal khas Indonesia.

Menurutnya, Indonesia seharusnya belajar dari Korea yang berhasil mengenalkan K-Pop menjadi musik dunia lewat penampilan para musisinya macam Suju, iKon dan deretan musisi Korea lainnya. Lewat mereka industri pertunjukkan Korea kini maju pesat sebagai industri baru di bidang musik

“Indonesia sebenarnya bisa meraih apa yang diraih Korea lewat K-Pop nya misalnya lewat musik Dangdut. Aku rasa dengan penampilan Via Vallen dengan lagu Meraih Bintang yang dipopoulerkan saat Asian Games kemarin bisa dijadikan momentum kebangkitan musik Indonesia kekancah musik dunia. Asalkan kita komitmen dan serius mengembangkan itu tanpa mengenyampingkan selera musik yang lainnya. Dengan itu, pendengar di Indonesia bahkan dunia akhirnya makin banyak bisa memilih genre serta musik yang ingin didengarkannya,” tambah gitaris grup musik /Rif itu.

K-pop dicirikan oleh berbagai elemen audiovisual. Istilah ini sering digunakan dalam arti sempit untuk menggambarkan bentuk modern pop Korea Selatan yang dipengaruhi oleh gaya dan genre dari seluruh dunia, seperti musik pop Barat, rock, musik eksperimental, jazz, gospel, latin, hip hop, R & B, reggae, tari elektronik, folk, country, klasik, dan musik Jepang.

Pastinya, dunia musik tanah air harus banyak belajar dari industri musik yang kini sukses dikembangkan Korea lewat K-Pop nya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.