Pemerintah Papua Nugini mendapatkan kritikan dan kecaman karena keputusannya mengimpor 40 mobil mewah

0 30

DRADIOQU.COM – Pemerintah Papua Nugini mendapatkan kritikan dan kecaman karena keputusannya mengimpor 40 mobil mewah Maserati sebagai moda transportasi untuk para delegasi pemimpin dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) bulan November nanti. Namun, pejabat Papua Nugini menyebut mobil itu dibeli oleh pihak swasta.

Mobil sedan Maserati Quattroporte yang masing-masing seharga US$ 100.000 (Rp 1,5 miliar) telah diterbangkan dengan dua pesawat sewaan dari Milan. Keputusan pembelian itu memicu kemarahan di Papua Nugini yang masih tergolong negara miskin di Pasifik yaitu sekitar 40 persen penduduknya hidup dengan pendapatan kurang dari US$ 1,25 per hari (Rp 19.000).

Papua Nugini juga menderita dari wabah polio, yaitu sebanyak 14 kasus anak terkonfirmasi terinfeksi polio, sebagai wabah pertama setelah 18 tahun. Banyak kritik menyebut pemerintah seharusnya memakai uangnya untuk kebutuhan lain.

“Tentu saja kami telah membayar deposito untuk mendapatkan semuanya di sini, tapi semua biaya akan sepenuhnya diganti dan tidak ada beban sama sekali untuk pemerintah pada akhirnya,” kata Menteri Papua Nugini yang ditunjuk untuk perhelatan APEC, Justin Tkatchenko.

Menurut Tkatchenko, mobil-mobil itu, yang bisa mencapai kecepatan 240 kilometer per jam, akan menjadi moda bagi para pemimpin yang sesuai standar kendaraan dalam pertemuan APEC. Foto-foto yang menunjukkan mobil-mobil mewah itu tiba di bandara Port Moresby dengan pesawat kargo sewaan tersebar di media sosial, sehingga menimbulkan kecaman bahwa pemerintah telah menghamburkan uang pajak untuk barang mewah tersebut.

Beberapa jalan utama di Papua Nugini tidak terpelihara dengan baik, yaitu terbatas pada kecepatan 80 kilometer per jam. Jalan lainnya berliku dan melewati medan pegunungan, sehingga kerap kali butuh mobil berjenis four-wheel-drive vehicle.

Menurut Tkatchenko, sejumlah uang yang dibayarkan pemerintah adalah depositu agar mobil bisa dibawa ke Papu Nugini. Tapi, mobil-mobil yang dijualnya seperti “kacang goreng” itu tidak akan berakhir sebagai beban pemerintah. Tkatchenko tidak mengungkapkan jumlah yang dikeluarkan pemerintah untuk pembelian mobil-mobil tersebut.

Perdana Menteri (PM) Peter O’Neill juga menegaskan pemerintah tidak akan keluar dana apa pun. Konferensi APEC rencananya akan dihadiri antara lain oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence.

Leave A Reply

Your email address will not be published.