Menyaksikan keindahan dan menggambarkannya dalam satu exposure (keterpaparan)

0 55

DRADIOQU.COM – Menyaksikan keindahan dan menggambarkannya dalam satu exposure (keterpaparan), tentu membutuhkan satu usaha. Namun, untuk mencari objek dan keterpaparan tersebut, tidak perlu mencari lokasi yang letaknya jauh dan belum tentu bernilai atau bermakna bagi banyak orang.

Hal tersebut ditunjukkan oleh komunitas fotografi dan komunitas drone (pesawat nir-awak) yang kerap perlu berburu (hunting) mencari lokasi yang menarik dijadikan sebagai objek foto, dengan lokasi yang terbuka di alam bebas.

“Dalam kesempatan ini, kami membidik salah satu lokasi keindahan di New CBD (Central Business Distric) yang terletak di selatan Jakarta yaitu Izzara Apartment dan SIMA Office Tower,” ujar fotografer senior, Arbain Rambey, yang menjadi pembicara dalam acara talkshow, Minggu (2/9).

Bersama komunitas fotografi dan komunitas drone, kata Arbain, pada kesempatan ini pihaknya berkumpul untuk berdiskusi sekaligus melakukan talkshow. Acara yang digelar di Lobi Izzara Apartment ini juga dimeriahkan juga dengan lomba foto, dengan total hadiah senilai Rp 5 juta untuk mengapresiasi keberadaan komunitas tersebut.

Menurut Arbain, salah satu tantangan memfoto objek yang secara keseluruhan masih dalam proses pengerjaan adalah, bagaimana memanfaatkan berbagai sudut (angle) pada satu objek yang sama. Untuk itu, diperlukan jam terbang dan pengalaman yang harus teruji oleh waktu.

“Itu sebabnya, fotografer harus terus mengasah keahliannya dengan mengikut berbagai lomba, sehingga nantinya pandai mengambil objek bagian bangunan yang ‘bebas debu’ sebagai challenge(tantangan). Perlu dibedakan juga antara kebutuhan foto komersial dengan foto seni keindahan,” tandasnya.

Arbain menambahkan, alasan membidik lokasi ini karena apabila dipandang baik dari segi lay out maupun desain interior, bangunan ini memiliki desain yang indah, unik, harmoni dan sempurna, serta menggambarkan profil bangunan yang bercita rasa tinggi.

“Hal ini diyakini komunitas pencinta fotografi dan juga drone, yang memandang bangunan arsitektur ini layak jadi obyek foto landscape,baik menggunakan teknik digital maupun pesawat nir-awak,” jelasnya.

Terkait lomba foto kali ini, seluruh hasil karya para peserta akan diunggah ke sosial media dengan tagar #thebeautyofsimatupanglandmark #Izzara #LombafotoIzzara, dan akan langsung dinilai oleh Arbain, sampai batas waktu penjurian pada 9 September 2018. Sedangkan pengumuman di tanggal sama, melalui sosial media.

“Saat ini dunia digital sudah memporak-porandakan berbagai asumsi, termasuk juga portfolio (rekam jejak) seseorang. Ketika mencari seorang calon pegawai, sudah tidak lagi dengan melihat referensinya secara tertulis, namun dengan melihat personality-nya melalui sejumlah akun yang dimiliki seperti Instagram, Facebook, dan Twitter,” ungkap Arbain

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.