Menurut Yenny, publik layak menduga tuduhan Amien Rais terhadap Kapolri Jenderal Tito Karnavian merupakan upaya untuk melakukan barter politik

0 36

DRADIOQU.COM – Mantan Direktur Eksekutif Wahid Institute, Yenny Wahid menilai pernyataan Ketua Dewan Kehormatan DPP PAN Amien Rais merupakan bentuk politisasi hukum. Menurut Yenny, publik layak menduga tuduhan Amien Rais terhadap Kapolri Jenderal Tito Karnavian merupakan upaya untuk melakukan barter politik.

Seperti diketahui, Amien Rais mengatakan bahwa dirinya akan membongkar kasus korupsi sebelum dirinya diperiksa sebagai saksi dalam kasus cerita bohong Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10). Amien juga meminta Presiden Joko Widodo mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Sulit publik tidak menyangka (pernyataan Amien Rais) ada upaya tawar menawar politik, karena diungkap saat dirinya hendak diperiksa di Polda,” ujar Yenny Wahid di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (13/10). Yenny mengatakan, publik pasti bertanya-tanya mengapa Amien Rais baru sekarang menyebut dugaan kasus yang melibatkan Kapolri, yakni disaat dirinya diperiksa polisi.

Padahal, kata dia, dugaan kasus ini merupakan kasus lama dan tidak terbukti kebenarannya. “Ini membuat publik bertanya dan kental dengan unsur politiknya,” ujar dia.

Yenny berharap agar politik dan hukum tidak dicampuradukan. Hukum, kata dia, harus berjalan apa adanya dan proses politik harus menghormati hukum. “Semua pihak harus bisa menahan diri sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dan jangan menjadikan hukum sebagai alat politik,” kata dia.

Dia juga meminta masing-masing instansi untuk melakukan investigasi dan klarifikasi jika ada dugaan kasus yang dilaporkan masyarakat. Namun, dia berharap ada kepastian secara hukum, jika dugaan kasus tersebut tidak terbukti, sehingga tidak menjadi berita bohong lagi.

“Kita dorong semua institusi publik melaksanakan mekansime internal dengan baik, apa pun informasi yang masuk. Investigasi saja secara internal. Tetapi, kalau secara hukum tidak ada bukti, jangan dijadikan bola liar yang akhirnya menjadi berita bohong lagi,” ujar dia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.