Menko PolhukamWiranto mengatakan, Pemilu 2019 lebih rumit, kompleks, dan massal dibandingkan pemilu sebelumnya

0 7

DRADIOQU.COM – Jakarta ,Menko PolhukamWiranto mengatakan, Pemilu 2019 lebih rumit, kompleks, dan massal dibandingkan pemilu sebelumnya. Itu karena secara serentak akan dilakukan pemilihan anggota legislatif, DPD, presiden, dan wakil presiden.

”Untuk legislatif ada di tingkat pusat dan daerah. Paling tidak ada lima pilihan yang harus dipilih masyarakat. Dua pasangan calon (presiden) juga libatkan parpol. Parpol juga tentu (bersaing) kontestasi supaya eksis sebagai parpol dengan batas threshold 4%. Kalau gak lewat dia akan tersingkir diperpolitikan nasional,” kata Wiranto, di Mabes Polri, Senin (24/9).

Saat itu Wiranto baru saja selesai memimpin video confrence di Mabes Polri dalam rangka rakor tingkat pusat dan tingkat daerah. Rakor dihadiri Mendagri, Panglima TNI, Kapolri, Ketua KPU, Bawaslu, DKPP dan beberapa unsur yang lain.

”Parpol sendiri kontestasi. Perorangan, caleg, ini pusat dan daerah juga kontestasi termasuk DPD sehingga hiruk pikuk akan banyak aktivitas pemilu yang diamankan oleh karena itu kita coba mencari yang rawan untuk kordinasi, untuk diperbincangkan bersama, perhitungan dan aktivitas di lapangan,” lanjutnya.

Para pejabat, Wiranto melanjutkan, sudah menyampaikan dan mengimbau pada para pemangku kepentingan di daerah untuk terus bersinergi dan berkoordinasi sampai tingkat paling ujung yang merupakan aktivitas pemilih langsung.

”Kita juga harapkan petugas di lapangan, mengenali tugasnya masing-masing dan tidak hanya itu harus kenali masalah yang muncul di daerah dari daftar indeks kerawanan pemilu yang sudah masuk ke kita. Tiap daerah punya msalah yang beda-beda. Itu yang harus dikenali, dipahami, bahkan dicari jalan keluarnya,” katanya.

Prinsipnya pencegahan lebih baik daripada mengatasi setelah masalah. Dengan demikian tidak ada kerugian apapun. Seluruh masyarakat diharapkan bersama-sama mensukseskan Pemilu 2019. Keberhasilan pemilu merupakan keberhasilan bangsa Indonesia

”Kita juga sudah sampaikan permohonan dan ajakan ke seluruh masyarakat, utamanya parpol, untuk patuhi UU yang berlaku. Sedapat mungkin hindari money politic dan penggunaan politik identitas, SARA. Jangan sampai kita gunakan politik identitas sebagai senjata, sebagai instrumen kita berkampanye. Hindari itu supaya persatuan bangsa dijaga,” katanya.

Wiranto berharap medsos jangan dijadikan ajang kampanye negatif, hoaxhate speech, fitnah, dan kritik satu dengan yang lain dengan cara yang tidak senonoh.Sumber : FA

Leave A Reply

Your email address will not be published.