Membentuk wirausaha Baru Dan Peluang Usaha UMKM, Dinas Koperasi dan UKM Belum Berani Mengambil Langkah Tegas Bagi Koperasi Yang tidak Aktif.

0 46

Dradioqu.com || BANTEN – Workshop perkoperasian Go To School Tahun 2018, Peran Pemuda Dalam Pembangunan Dan kesejahteraan masyarakat Melalui Koperasi.

Melalui Tema “Gotong royong” Bersama HUT Koperasi ke 71, tahun 2018 tingkat kabupaten Tangerang, mewujudkan pemerataan ekonomi, Provinsi Banten, Jum’at (12/10/18).

Kepala dinas koperasi UKM provinsi Banten Haji Tabrani, dalam sambutannya ditenga-tengah acara menyampaikan.

” Akan mengundang pihak sekolah, dan akan mengajak bergabung mensosialisasikan Untuk menjadi pengurus dan anggota perkoperasian ” ungkapnya.

Ada 254 koperasi di kabupaten Tangerang yang tidak aktif, menurutnya, juga dihimbau.

” Untuk jangan menjadi anggota, Koperasi yang tidak aktif (Tidak Jelas_red) ” Jelasnya di acara workshop perkoperasian di Gedung serbaguna (GSG) kecamatan Sepatan.

Sementara disela-sela, setelah Usai acara, kadis Koperasi UKM kabupaten Tangerang, kepada wartawan menjelaskan tentang Kehadirannya pada acara tersebut.

” Untuk mencari peluang Usaha dalam workshop yang digelar hari ini, membentuk Wirausaha baru terkait UMKM ” katanya.

” Untuk saat ini belum memungkinkan membangun koperasi disekolah, dan bagaimana status mereka nanti setelah mereka keluar (Lulus_red) sekolah,.??? ” jelas Banteng Sugiarto kadis Koperasi dan UKM kabupaten Tangerang.

Serta Dinas koperasi dan UKM kabupaten tangerang, belum mengambil langkah tegas untuk dapat membenahi Koperasi – koperasi yang tidak aktif dan belum berani membubarkan.

” Kalau kita bubarkan kita ada keterbatasan, ada simpan pinjam yang belum dikembalikan kepada anggotanya,
untuk membubarkan kita belum berani apakah dia menggunakan pinjaman dari luar, dan intinya kalau dinas itu adalah pembinaan ” terang Banteng.

“Menurut data sendiri itu seribu seratus (1100) kita akan coba melakukan pendataan kembali ” Tegasnya.

Sementara pada acara tersebut Komarudin Batubara presiden Direktur Koperasi syariah (Kopyah) Benteng Mikro Indonesia (BMI), menjelaskan.

Sistem perekonomian Dunia ada tiga 3 yaitu, :

1). Kapitalis/liberal,
2). Sosialis/komunis.
3). Syariah.

Kebetulan Koperasi Yang dikelola Benteng Mikro Indonesia adalah Koperasi berbasis syariah.

” Membangun koperasi yang mensejahterakan itu, koperasi yang memenuhi segala kebutuhan anggotanya ” kata presiden direktur syariah (Kopyah – BMI).

Agar dapat Sejahtera bersama koperasi,
Dirinya mengajak kita bersama-Sama menjalankan roda Koprasi yang berbasis syariah.

Dirinya meyakini melalui koperasi berbasis Syariah, akan berjalan dengan baik dan Amanah.

(SPN)

Leave A Reply

Your email address will not be published.