Melkias Marcus Mekeng mengemukakan pembuatan film yang baik dan menarik dapat membantu promosi destinasi pariwisata

0 24

DRADIOQU.COM – Ketua Fraksi Partai Golkar (PG) di DPR Melkias Marcus Mekeng mengemukakan pembuatan film yang baik dan menarik dapat membantu promosi destinasi pariwisata.

“Film itu soal seni. Dalam menampilkan seni, tentu hal-hal menarik yang ditonjolkan, termasuk lokasi shooting. Setelah menonton, orang pengen tahu di mana lokasi pembuatan film yang ditampilkan,” kata Mekeng di Jakarta, Sabtu (24/11).

Ia menjelaskan dampak dari pembuatan film memang tidak cepat. Dalam pengalamannya menjadi sponsor sekaligus inisiator film Tiga Dara yang mengambil lokasi di Maumere, Flores, NTT, hasilnya tidak bisa dalam waktu cepat. Butuh waktu minimal tiga tahun setelah peluncuran film, baru terasa ada dampaknya.

“Sekarang wisatawan ke Maumere sudah meningkat. Orang sudah banyak mengenal Maumere. Apalagi saya menggelar konser Maumere Jazz berturut-turut dalam tiga tahun terakhir ini. Jadi film Tiga Darayang saya buat beberapa waktu lalu sangat membantu,” ujar Ketua Komisi XI DPR ini.

Dia memberi contoh film internasional Harry Porter yang sangat terkenal. Dengan adanya film itu, orang dari seluruh dunia ingin mengunjungi lakosi pembuatan film, termasuk negara asal dari pemain film. Contoh lainnya adalah film-film Hollywood atau film Korea. Banyak masyarakat Indonesia berbondong-bondong ke Hollywood atau Korea, hanya terpengaruh oleh film.

“Orang akan lihat, kok pemandangan di film-film itu bagus sekali ya. Dari situ mereka mulai search di google soal lokasi yang ada. Setelah dirasa cukup lengkap inforormasinya, mereka kemudian melakukan kunjungan,” tutur anggota DPR dari Dapil Flores ini.

Saat ditanya apa kekurangan yang perlu diperbaiki dari pengalamannya menjadi sponsor film, dia tegaskan biaya produksi (cost of production) masih sangat mahal. Tidak banyak orang mau menjadi sponsor pembuatan film karena biaya-biaya yang digunakan sangat mahal. Misalnya harus keluarkan biaya untuk membayar tempat wisata di lokasi shooting. Kemudian menyiapkan biaya transportasi dan tiket penerangan ke lokasi shooting. Belum lagi biaya pengangkatan peralatan shooting.

“Pemerintah mestinya berikan subsidi supaya orang semangat. Atau pajak tempat pembuatan film dibebaskan. Kemudian pemda juga bantu dalam transportasi pengangkatan perlengkapan shooting. Intinya perlu subsidi dari pemerintah,” tutup Mekeng.B1NEWS

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.