Marsudin Nainggolan dan Wakil Ketua Wahyu Prasetyo Wibowo, dua di antara delapan orang

yang terjaring dalam operasi tangkap tangan

0 22

DRADIOQU.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel ruang kerja Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan Marsudin Nainggolan dan Wakil Ketua Wahyu Prasetyo Wibowo, dua di antara delapan orang yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT), Selasa (28/8) kemarin.

“Dua meja hakim yang turut disegel oleh KPK adalah meja Hakim Sontan Merauke, Hakim Merri Purba. Penyegelan terkait dalam pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut oleh penyidik KPK,” ujar Humas PN Medan, Erintuah Damanik, Rabu (29/8).

Erintuah mengatakan, proses persidangan di PN Medan masih tetap berjalan meski OTT oleh KPK yang sempat menggegerkan pengadilan. Untuk mengisi kekosongan jabatan maka Ketua Pengadilan Tinggi Cicut Sutiarso menunjuk hakim senior, Saryana.

“Saryana adalah hakim senior ditunjuk sebagai Pelaksana harian Ketua PN Medan. Beliau ditunjuk untuk melaksanakan tugas sebagai pimpinan, sehingga seluruh kegiatan pengadilan berjalan seperti biasa, dan penangkapan itu tidak mengganggu kegiatan pengadilan,” katanya.

Humas Pengadilan Tinggi, Adi Sutrisno menyampaikan, Pengadilan Tinggi sudah memberikan pembinaan kepada seluruh hakim untuk menegakkan kebenaran, jauh hari sebelum OTT yang dilakukan KPK terhadap empat hakim, dua panitera, dan dua orang pihak swasta.

“Kita prihatin atas OTT terhadap Ketua Pengadilan Negeri Medan Marsudin Nainggolan, Wakil Ketua Wahyu Prasetyo Wibowo, Hakim Karir Sontan Merauke Sinaga, Hakim Adhoc Merry Purba, dan Dua Panitera Pengganti Oloan Sirait dan Helpandi,” sebutnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.