Majelis Pencinta Habib Gelar Istighosah Kemerdekaan : #2019DamaiPemiluIndonesia

0 29

DRADIOQU.COM – Pemilu 2019 bukan persoalan Jokowi atau Prabowo. Tapi tentang negara dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta melangsungkan pemilihan secara langsung. Sebagai negara demokrasi terbesar ke 3, semoga Allah memberilan kekuatan agar semangat persatuan dan kesatuan tak pudar, agar anak bangsa kita terhindar dari fitnah serta meninggalkan kebiasaan saling ghibah dan fitnah.

Diawali pembukaan oleh Ust Haikal (Koordinator Acara), beliau menyampaikan, Istighosah Kemerdekaan merupakan momentum penting untuk terus menggerakan jalinan silaturahim antar sesama umat manusia. Memperkuat nilai – nilai kebangsaan serta merawat kebhinekaan, ditanah ibu pertiwi

” Akhir – akhir ini, dinamika politik Pilpres semakin terasa di masyarakat. Sebagai bahan evaluasi, bagaimana benturan antar sesama sipil terjadi di Riau, Surabaya, Jabar, semoga tak terjadi kembali di tempat dan waktu yang berbeda. Masyarakat ingin tentran dan damai tanpa di seret ke wilayah politik “. tuturnya.

Para alim dan Ulama serta Habaib merupakan komponen paling penting dalam menjadi moralitas anak bangsa. Dewasa kini, anak muda sangat mudah termakan isu Hoaxs, gampang melakukan tindakan hatespeech hingga saling caci mencaci, sungguh bukan karakteristik bangsa indonesia.

Tapi harus kita akui, menjadi anomali tersendiri, saat ada ulama dan habaib dalam kesempatannya berceramah di hadapan ribuah jamaah melontarkan kata – kata yang kurang pantas, memprovokasi jama’ah, hingga dalam konten materinya bermuatan politis. Ini yang membuat perpecahan ideology dalam pengamalannya.

Akhirnya, dalam segala keterbatasan terima kasih banyak terhadap semua pihak yang telah membantu mensukesan agenda ini. Dimulai dr kelompok Majelis Pecinta Habib kegiatan ini bisa terlaksana dan berharap akan terus bisa dilaksanakan.

Sejalan dengan hal diatas, Drs. K.H. H. Abdillah Hasani, (Pengasuh PP Al – Mawaddah), Menyampaikan pesan, ” Masih maraknya kejadian terorisme, radikalisme serta intoleransi dimasyarakat seakan membuat pilpres semakin memanas. Sebagai pendidik, tak hentinya saya berpesan kepada para santriawan dan santriawati untuk selama menjadikan Adab lebih tinggi dibanding ilmu “. dengan jelas dihadapan para santri – santriah yang hadir.

Terbukti, para pejabat banyak yang korupsi, para mentri, anggota DPR hingga PNS, mereka berpendidikan tapi sayangnya tak beradab. Maka ditengah arus globalisasi dan postmodern saat ini jangan sampai ilmu pengetahuan kita semakin tertunda, bila tak ingin menanggung beratnya kebodohan.

Politik hanya sementara, tapi jalinan ukhuwah islamiyah selama. Janganlah saat mendekati pilpres kita menjadi anak bangsa yang saling mencaci bukan berprestasi, saling menghujat bukan kreatif atau bertindak amoral. Siapapun presidennya, kita berkewajiban untuk berpartisipasi aktif dalam rangka mendamaikan, menenangkan dan melerai pelbagai macam keributan yang nampak ataupun tak nampak. Kewajiban kita menjaga kondusifitas. Kasian rakyat kecil yang tak tau apa apa terlibat politik praktis.

Saya bersyukur, guru kita semua terpilih menjadi Cawapresnya Pak Joko Widodo. Mudah2an ini menjadi angin segar bagi suasana perpolitikan nasional menjadi lebih beretika serta bermartabat. Sikap yang patut untuk di apresiasi. Saatnya bersatu, menjadikan bangsa ini kembali macan asia.

Deklarasi Damai untuk Pemilu 2019 turut mengundang Habib Muhammad Ridwan Bin Al – Hadda, beliau turut mengisi ceramah dimana Habib menyampaikan terkait Istighosah ini kami memohon ampun kepada Allah SWT, pemilik kehidupan dunia dan akhirat. Kami selalu memohon agar bangsa ini diberikan keselamatan, keamanan, rahmat serta semangat persatuan ditengah badai politik pemilihan presiden 2019 “.

Hoax, Hatespeech serta SARA seolah menjadi budaya baru dalam politik, berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan kekuasaan, semangat 73′ kemerdekaan semoga senantiasa menjadi api semangat yang takan pernah padam.

” Ada pergerakan ideologi timur tengah mengalami perluasan. Masuknya Hizbut Tahrir ke Indonesia telah memompa politik indonesia. Mengubah sistem masjid dan musholla yang sudah lama dibangun NU dan Muhammadiyah. Kekuatan relugius dan nasionalis akan sangat terasa mendekati pilpres 2019 “. Tutupnya.

Dilansir media nasional, Sabtu, (1/09). Kemarin, Majelis Pecinta Habib (MPH) menggelar kegiatan Istighosah Kemerdekaan bekerja sama dengan PP Al – Mawaddah, Ciganjur, Jaksel, Jumat (31/08)

Acara ini dimulai pukul 20.05 Wib di awali dg Shalawat nariyah bersama seluruh santri. Yang hadir lebih dari 500 santriawan dan santriawati, dari jenjang MTs dan Aliyah.

Selain dari kalangan santri, hadir pula dari Para Habaib, diantaranya : Abdullah Bin Achmadun Al – Haddad, Alwi Bin Abu Bakar Al – Haddad, Abdillah Bin Abdulkadir Assegaf, Ismail Bin Muhammad Al – Haddad, Hamid Alaydrus Bin Assegaf, Faishol Alaydrus, Soleh Alaydrus, Mahdi Al Athos, Nagib Muhammad Bin Abu Bakar. Habib Zindan hanya sebentar hadir sebelum acara, dikarena ada agenda yang tidak bisa ditunggal, beliau menitipkan pesan kepada habib muda yang hadir agar senantiasa menjada nilai – nilai kebangsaan yang santun serta pemaaf bukan provokatif bahkan saling hujat menghujat dan di akhir obrolan ringan beliau berharap agar agenda – agenda seperti Istighosah bisa terus dilakukan hingga lapisan terbawah, masyarakat awam. Hadir pula Kiai sepuh diantaranya KH Abdullah, ada H Mansur serta ustadz – ustadz muda se jakarta selatan. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.