LSI menilai, dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai calon wakil

presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurangi isu keislaman

0 27

DRADIOQU.COM – Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby menilai, dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurangi isu keislaman pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Menurutnya, isu suku agama ras dan antargolongan (SARA) menjadi salah satu alasan rasional mengapa Ma’ruf Amin menjadi cawapres Jokowi, disamping alasan politik.

“KH Ma’ruf Amin menjadi cawapres adalah untuk mengisi satu lubang kosong kekurangan Jokowi, yaitu sentimen keumatan. Ma’ruf dianggap mampu meredam isu sentimen Islam,” ujar Adjie saat rilis hasil survei LSI Denny JA di Jakarta Selasa (21/8).

Meski Ma’ruf akan mengurangi isu keislaman terhadap Jokowi, namun dia mengatakan, belum tentu akan mampu menarik dukungan umat Islam ke pasangan Jokowi-Ma’ruf. Hal tersebut karena adanya suara dari endorsmen orang-orang yang menjadi aktor sentimen di pemilu sebelumnya seperti di Pilgub DKI 2017 dan Pilgub Jawa Barat 2018 lalu.

Oleh karena itu, katanya, isu yang akan menjadi serangan untuk Jokowi adalah persoalan ekonomi. Dengan demikian, dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai wakil Jokowi hanya akan menutup isu keislaman, tapi tidak mampu menutup kelemahan Jokowi yang lain.

Terkait isu ekonomi, infrastruktur banyak dibangun Jokowi selama 4 tahun. Tapi persoalan ekonomi yang sensitif terkait sejumlah hal, yakni lapangan pekerjaan, harga kebutuhan pokok yang mahal, dan beban hidup. “Ini juga bisa dikaitkan dengan sentimen keumatan karena lapangan kerja terkait isu tenaga kerja asing yang bisa mengganggu konsen Pak Jokowi terhadap isu ekonomi,” terangnya.

Ia mengatakan, pemilihan cawapres baik Jokowi maupun Prabowo Subianto merupakan efek kejut munculnya pasangan calon. Pemilihan Ma’ruf Amin oleh Jokowi, sebetulnya sangat berpengaruh terhadap larinya pemilih non-muslim. Bahkan dari survei, Ma’ruf kalah dari Sandiaga Uno di segmen pemilih nonmuslim. Begitupun suara personal Sandiaga versus Ma’ruf di pemilih nonmuslim masih kalah.

“Efek dari Ma’ruf masuk cawapres Jokowi itu sangat mengejutkan dan membuat pemilih nonmuslim terbelah. Ada yang tetap ke Jokowi, ada sebagian lari ke pasangan Prabowo-Sandi. Tapi kita harus lihat ini adalah survei pertama, belum ada trackingnya. Karena survei pertama ini efek kejut Ma’ruf cawapres Jokowi,” jelasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.