KPU dan Badan Pengawas Pemilu bakal mengkaji usulan untuk menandai secara khusus mantan koruptor

0 39

DRADIOQU.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bakal mengkaji usulan untuk menandai secara khusus mantan koruptor dalam surat suara di Pemilu 2019. Kedua lembaga ini menilai perlu menelaah karena memang tidak diatur dalam UU 7/2017 tentang Pemilu dan Peraturan KPU.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, KPU belum mengatur soal penandaan mantan koruptor tersebut. Sebab, PKPU tentang pemungutan suara juga tidak mengatur hal tersebut.

“Pokoknya ketika orang masuk, menerima surat suara, melihat daftar calon di pintu, masuk TPS, itu masih normal semua,” ujar Arief Budiman, di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Minggu (16/9).

Menurut Arief, jika ada ide seperti itu, maka harus dimasukkan dalam PKPU tentang Pemungutan Suara supaya ada payung hukum bagi KPU. Kalau saat ini, KPU hanya bisa membuka daftar riwayat hidup para bacaleg di website KPU.

“Kalau memang ada ide itu, itu harus dimasukkan dalam PKPU tentang Pemungutan Suara. Tapi sekarang masih sesuai dengan PKPU yang ada,” tutur dia.

Senada dengan itu, Ketua Bawaslu Abhan juga mengatakan, pihaknya akan mengkaji lebih jauh terkait usulan menandai mantan koruptor tersebut. Bawaslu, kata dia, akan memastikan apakah usulan tersebut melanggar hukum atau tidak.

“Itu perlu dikaji lebih lanjut lah, PKPU kan di logistik atau apa nanti. Nanti kami akan verifikasi lebih lanjut, apakah nanti itu dianggap melanggar atau enggak,” kata Abhan.

Bawaslu, kata dia, juga akan memastikan dan mengkaji apakah penandaan tersebut bersifat diskriminatif atau tidak.

“Itu yang penting ya (apakah wacana tersebut diskriminatif atau tidak). Bagi kami minimal bahwa CV dari calon itu dibuka,” katanya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.