KPAI : Kami khawatir ini akan menjadi sebuah fenomena gunung es.

0 48

Dradioqu.com || Jakarta – Laporan 41 siswa yang melukai diri di Lampung Tengah pada awal bulan Oktober ini, memperkuat dugaan KPAI bahwa jika dilakukan deteksi dini maka jumlah anak / siswa-siswa yang melakukan kegiatan melukai dirinya dengan benda tajam ini akan besar.

Sebelumnya KPAI juga pernah menerima laporan dari orang tua siswa.

” Sifatnya masih konsultatif, Karena itu kami masih melihatnya sebagai kejadian kasuistik terkait proses pubertas yang dialami seorang remaja ” Ungkap sitty Hikmawatty Komisioner KPAI Bidang kesehatan Dan NAPZA, Sabtu (6/10/18).

Dan semestinya fase pubertas ini adalah sesuatu yang wajar yang harus dilalui setiap individu normal untuk memasuki gerbang kedewasaannya.

Fase ini memang rawan, karena terjadi berbagai adaptasi dalam diri seseorang, termasuk adaptasi hormonal dalam proses tersebut yang bisa berdampak pada adaptasi psikologis juga.

” Yang menjadi tidak normal adalah jika fase rentan tersebut, kemudian di stimulasi oleh faktor-faktor tertentu baik itu internal maupun eksternal sehingga memunculkan ekspresi emosi yang berlebihan/ tidak pada tempatnya ” Jelasnya.

” Setidaknya dari pendalaman kami atas kasus di Pekanbaru, kami melihat tayangan video – Video melalui medsos itu sebagai stimulus negatif yang merangsang anak melakukan aktivitas hingga melukai diri mereka sendiri ” Kata Hikmah.

Dia , Berkeinginan Secepatnya ini harus menjadi prioritas juga untuk segera diatasi.

” KPAI sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, semoga bisa dilakukan langkah-langkah kongkrit segera oleh K/L terkait ” Pungkasnya.

Sumber : SH (KPAI)
Editor : SPN

Leave A Reply

Your email address will not be published.