Konferensi Pers Penangkapan Narkotika Jaringan Lapas Polres Metro Jakarta Barat

0 55

 

DRADIOQU.COM – CIBINONG, JAWA BARAT ,Penangkapan jaringan narkotika yang diungkap oleh Unit III Subnit II Satuan Reserse Narkotika oleh Polres Metro Jakarta Barat yang di hadiri langsung oleh Kombes Hengki Haryadi, berserta jajarannya, mengungkap langsung ditempat pabrik serta dimana dijadikan alat produksi barang haram yang berlokasi di Perumahan Sentra, Pondok Rajeg No.5, Cibinong, Jawa Barat. Senin (24/09/2018).

Penangkapan pertama dilakukan pada Jum’at (21/09/2018) sekira 05.15 WIB, yang berada dijalan Tiong RT 02/RW 01, Kelurahan Karet. Kuningan Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan, Kedua pada Jum’at (21/09/2018) sekira 17.00 WIB, berada di Jalan Grand Depok City, Kota Depok, Ketiga lokasi pabrik sebagai tempat produksi pada Jum’at (21/09/2018) dan yang ditangkap tersangka ada 3 orang dengan berinisial SI Laki-laki (55) Residivis 3 kali masuk Lapas dikenakan pasal 114 Ayat (2) Subsider 112 ayat (2) Subsider Pasall 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Kasus narkotika terakhir dihukum 10 tahun dan baru bebas selama 3 bulan, AP Laki-laki (40), dan RS Laki-laki (24) dikenakan UU pasal 113 ayat (2) “Subsider” Pasal 114 ayat (2) Pasal 112 ayat (2) “Junto” Pasal 132 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi :

“Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan narkotika golongan 1 yang beratnya melebihi 5 gram “Subsider” Setiap orang tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan 1 bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram “Subsider” setiap orang yang tanpa hak melawan yang beratnya melebihi 5 gram “Junto” percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika secara terorganisasi”.

Menurut Kombes Hengki Haryadi,” Untuk tersangka, beberapa kali harus peduli oleh lingkungan sekitar, pabrik ini sudah berdiri selama 1 tahun rata-rata produksi 500 butir dengan harga 150 ribu perbutir, yang sebagai pengedar, maupun pembuat, banyak jenis obat jenis baru, ini termasuk kedalam Jaringan Internasional, karna pembuatan syabu dengan memakai kebanyakan jenis obat-obatan yang banyak beredar di masyarakat, untuk residifis akan dihukum “MATI” dan seumur hidup.

Barang bukti yang didapatkan Narkotika jenis sabu dengan berat bruto 158 gram, narkotika jenis ekstasi sebanyak 3000 butir, 1 paket narkotika jenis ganja, Pil Eximer sebanyak 2000 butir, 1 kilogram bahan baku setengah jadi (produk gagal), 3 mesin alat cetak ekstasi merek TDP-O buatan China, bahan baku bubuk Cafeein berat bruto 1274 gram, bubuk Avicel 4751 gram, Epheridrine 136 gram, bubuk key 35 gram, bubuk Red Posfor 1800 gram, pewarna bubuk 250 gram, 3 botol kecil pewarna makanan cair merk kupu-kupu, 3 buah timbangan elektrik, 1 buah kalkulator, dan 3 Unit Handphone sebagai alat komunikasi.

Himbauan untuk masyarakat agar lebih memperhatikan warga nya supaya tidak akan lagi kegiatan “Home Industri Ilegal” diluaran sana dan hunian bukan sebagai tempat produksi barang “HARAM” yaitu Narkoba.

Penulis : Azizah (Ka Biro Tangsel)
CAM : Amar

Leave A Reply

Your email address will not be published.