Khabib Nurmagomedov lahir di desa Sildi, Distrik Tsumadinsky ASSR Dagestan, sebuah republik otonom di dalam SFSR Rusia

0 47

DRADIOQU.COM – Khabib Nurmagomedov lahir di desa Sildi, Distrik Tsumadinsky ASSR Dagestan, sebuah republik otonom di dalam SFSR Rusia, Uni Soviet, (sekarang Rusia) 20 September 1988. Khabib adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak laki-lakinya bernama Magomed dan adik perempuan bernama Amina.

Pada masa kanak-kanak, Khabib pernah pindah ke negara bagian Dagestan, Makhachkala. Kemudian, dia pindah ke Kiev, Ukraina. Di sana, dia berlatih di Combat Dobro. Kemudian keluarga ayahnya pindah dari Sildi, Distrik Tsumadinsky, ke Kirovaul, tempat ayahnya mengubah lantai dasar gedung dua lantai mereka menjadi gedung olahraga. Khabib dibesarkan di rumah tangga dengan saudaranya tadi dan sepupu.

Seperti dilansir wikipedia, pada masa mudanya, Khabib sering terlibat dalam perkelahian jalanan, sebelum memusatkan perhatiannya pada seni bela diri campuran. Minatnya dalam seni bela diri ini dimulai ketika menonton pelatihan siswa di gym atau pusat kebugaran.

Seperti kebiasaan sebagian besar anak-anak di Dagestan, dia mulai bergulat sejak usia dini. Dia mulai berlatih pada usia delapan tahun di bawah asuhan ayah tercinta, Abdulmanap Nurmagomedov.

Sang ayah yang juga menekuni gulat sejak usia dini adalah atlet dan seorang veteran Angkatan Darat. Ayahnya sempat menjalani latihan judo dan sambo di dunia militer. Saat berusia sembilan tahun, pada 1997, sang ayah rajin mendidik Khabib.

Pada 2001, keluarga Khabib kemudian pindah ke Machachkala. Di dunia olahraga, kota ini terkenal karena memiliki klub sepakbola terkenal, Anzhi Makhachkala yang pernah membeli Willian yang sekarang menjadi bintang Chelsea dan Timnas Brasil serta Samuel Eto’o saat klub itu masih dimiliki miliarder Suleyman Kerimov.

Di sana, Khabib berlatih gulat pada usia 12 dan judo sejak usia 15 tahun. Khabib kemudian mulai berlatih sambo pertempuran lagi pada usia 17 tahun di bawah asuhan ayahnya sendiri.

Menurut Khabib, transisi dari gulat ke judo itu sulit, tetapi ayahnya, Abdulmanap, ingin dia terbiasa bertarung dengan berbagai jenis bela diri. Reputasi bela diri sang ayah tidak perlu diragukan lagi. Saat ini, sang ayah adalah pelatih senior untuk tim nasional sambo tempur di Republik Dagestan. Dia melatih beberapa atlet sambo dan gulat di Makhachkala, Rusia.

Di negaranya, Rusia, Khabib adalah seorang atlet seleberiti. Ia sangat terkenal. Paling tidak pengikut media sosialnya jauh lebih banyak dari petenis centik Rusia, Maria Sharapova. Ia tentu saja makin terkenal setelah mengalahkan petarung bebas Conor McGregor pada UFC, Minggu (7/10) WIB. Meskipun, kemenangan ini sedikit ternoda oleh aksinya memukul tim McGregor setelah pertandingan.

Meski demikian, setelah insiden tersebut, Khabib minta maaf atas tindakan tersebut.
“Saya tahu ini bukan tindakan yang bagus. Tetapi, McGregor sudah berbicara tentang agama dan negara saya. Ia bicara tentang ayah saya. Padahal, ia sendiri datang ke Brooklyn dan meninju bis. Ia hampir saja membunuh beberapa orang,” kata Khabib setelah insiden tersebut.

Yang pasti, kesuksesan Khabib mengalahkan McGregor bukan karena agamanya. Juga bukan karena suku atau rasnya. Ini adalah mahkota dari latihan keras sejak ia masih sangat kecil di bawah tempaan keras sang ayah.

Keluarga
Sementara terkait kehidupan keluarganya, media-media Inggris seperti The Sun dan Express.co.uk mengungkapkan, tidak banyak yang tahu tentang kehidupan keluarga pria 30 tahun bernama lengkap Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov ini.

Namun kedua media tersebut memastikan, ia sudah menikah dengan seorang perempuan yang juga tidak diungkapkan namanya ke publik, sebagaimana kebiasaan orang Rusia. Mereka menikah pada Juni 2013. Hal itu diketahui karena tahu ini mereka merayakan ulang tahun perkawinan ke-lima.

Dari pernikahan tersebut, Khabib dikaruniai dua orang anak. Anak pertamanya, seorang perempuan, lahir pada 1 Juni 2013. Namun, tidak ada yang tahu siapa nama sang putri. Lalu pada 30 Desember 2017, ia dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Mohammed.

Ia berharap, anak laki-laki ini mengikuti jejaknya sebagai petarung. Karena itu, bila sudah besar nanti, ia akan membawanya ke mana pun ia bertanding.

“Olahraga seperti ini sangat bagus untuk anak-anak ketika mereka berlatih dan pergi ke sekolah. Saya tidak tahu tentang masa depannya, tetapi yang pasti, ia akan berlatih olahraga ini,” katanya seperti dikutip Express.co.uk.Express.co.uk.

Leave A Reply

Your email address will not be published.