Kandidat presiden dari Partai Sosial Liberal, Jair Bolsonaro, mengungguli hasil jajak pendapat menjelang pemilihan presiden

0 27

DRADIOQU.COM – Kandidat presiden dari Partai Sosial Liberal, Jair Bolsonaro, mengungguli hasil jajak pendapat menjelang pemilihan presiden (Pilpres) Brasil, pada 7 Oktober mendatang. Bolsonaro diperkirakan akan lolos pada putaran kedua Pilpres yang diikuti 13 kandidat tersebut.

Jajak pendapat lembaga survei Pem Opini Publik dan Statistik (Ibope) yang diumumkan, Kamis (4/10), menunjukkan Bolsonaro berada di posisi puncak dengan meraih 32% dukungan. Posisi kedua ditempati kandidat presiden dari Partai Buruh, Fernandi Haddad, yang meraih 23% suara.

Hasil jajak pendapat Ibope menunjukkan hanya lima kandidat yang akan meraih suara terbanyak dalam Pilpres Brasil putaran pertama. Meski demikian, hanya dua kandidat dengan perolehan suara terbanyak yang akan bersaing dalam pemungutan suara Pilpres putaran kedua pada 28 Oktober 2018.

Terkait dengan hasil jajak pendapat tersebut, Bolsonaro disebut memiliki peluang besar untuk maju ke putaran kedua Pilpres. Dia akan bersaing ketat dengan Haddad yang merupakan mantan Walikota Sao Paolo.

Tiga kandidat capres lainnya yang juga populer adalah Ciro Gomes, Geraldo Alckmin dan Marina Silva. Silva. Ketiga anggota parlemen itu, telah berusaha untuk menampilkan diri sebagai calon presiden dengan seruan akan menyatukan negara.

Hasil jajak pendapat yang bertolak belakang dipublikasikan lembaga survei Datafolha, pada Selasa (2/10). Lembaga itu menemukan hampir separuh pemilih tidak akan mempertimbangkan mendukung Bolsonaro.

Pasalnya kandidat presiden sayap kanan itu telah membuat marah banyak orang dengan komentar misoginis dan rasis yang disebut meniru gaya Donald Trump, saat Pilpres AS pada 2016. Suara responden yang menolak memilih Haddad berdasarkan hasil survei Datafolha mencapai 42%.

Sementara itu, lembaga SEB memperkirakan Bolsonaro yang meraih popularitas dan dinilai sebagai “Trump ala Brasil” akan menghadapi perlawanan ketat dari Haddad. Lembaga survei tersebut bahkan menilai Haddad berpeluang menang tipis di putaran kedua Pilpres Barsil.

“Persaingan sangat ketat, tetapi kami memperkirakan untuk putara kedua Fernando Hadda akan merebut kemenangan tipis dari Jair Bolsonaro,” kata Kepala Strategi Pasar berkembang SEB, Per Hammarlund, seperti dikutip CNBC, Kamis.

Pengamat mengatakan Pilpres Brasil kali ini merupakan yang paling terpolarisasi selama tiga dekade. Hal itu, disebabkan banyaknya capres, dan tidak ada kandidat yang akan meraih suara mayoritas. Pilpres Brasil 2018 diikuti oleh 13 kandidat, di mana beberapa diantaranya dibayangi skandal korupsi yang membelit pemerintah Brazil.SP

Leave A Reply

Your email address will not be published.