Kalau Rakyat Sudah Cerdas, ‘Goodbye’ Politik Identitas

0 16

 

DRADIOQU.COM – BANDARLAMPUNG,Meski pemungutan suara masih berbilang bulan, 17 April 2019, gempita rakyat menyambut hangat masa kampanye terakbar, pemilu legislatif dan eksekutif nasional pertama di Indonesia, nian terlihat.

Diawali Deklarasi Pemilu Damai, serentak oleh KPU di Silang Minas, Jakarta, dan KPU Provinsi di seluruh Tanah Air, Minggu (23/9/2018), kemarin, pertanda kampanye dimulai.

Sejak Jum’at (21/9/2018) hingga Minggu (23/9/2018), redaksi menghimpun pesan tokoh dan komentar publik. Berikut rangkumannya.

Dari unsur kandidat, pesan bahwa masa kampanye sudah semestinya digalang sebagai sarana pendidikan politik yang mencerdaskan, disuarakan senator petahana, peraih suara terbanyak (546.287 suara) pada pemilu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dapil Lampung, April 2014 lalu, Anang Prihantoro.

Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) kelahiran Kampung Nambah Dadi, Terbanggi Besar, Lampung Tengah, 10 April 1965, pemegang nomor anggota DPD/MPR RI B-29 ini berpendapat, masa kampanye harus dijadikan sebagai sarana pendidikan politik untuk rakyat.

“Kalau rakyat sudah cerdas, maka money politics dan politik identitas pasti minim terjadi,” bunyi pesan WhatsApp pengampu gelar “Senator Caping Gunung” yang aktif menyerap aspirasi konsituennya di 15 kabupaten/kota se-Lampung itu, Sabtu (22/9/2018).

Senator berlatar aktivis, mantan ketua umum Serikat Tani Indonesia (Sertani) dua periode, 2006-2009 dan 2009-2012 itu tak lupa menyisipkan narasi filosofis di bagian akhir pesan magisnya.

“Bangunan politik yang kokoh itu adalah harapan bagi Indonesia yang beradab dan bermartabat, dan sebaliknya,” premis Anang, calon anggota DPD 2019-2024 dapil Lampung bernomor urut 27 itu.

Senada, diungkapkan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dapil Lampung I asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nomor urut 1 yang juga berlatar aktivis, Hidir Ibrahim.

Terkait politik identitas, per spesifik Ketua Fraksi PKB DPRD Lampung sekaligus Ketua PW GP Ansor Lampung itu berharap, pertarungan Pilpres yang satu rangkai dengan Pileg 2019, dibangun dan dibingkai dengan semangat kebersamaan, keharmonisan, dan kedewasaan politik dalam suasana penuh riang gembira.

“Karena kita satu, tak ada lagi jargon atas nama suku, agama, ras, dan antargolongan untuk kepentingan politik. Akan tetapi bagaimana kita merajutnya jadi politik kebangsaan, karena kita satu, Indonesia,” harap Wakil Ketua DPW PKB Lampung itu, di hadapan ratusan hadirin peresmian Rumah Sahabat KMA, Rajabasa, Bandarlampung, Jum’at (21/9/2018) lalu.

Kritik tajam menyoal serbuan hadir ragam berita palsu, berita bohong, berita fitnah, dan ujaran kebencian, disertai harapan para pelaku segera menghentikan praktiknya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, disuarakan hijabers ibu dua anak, Amalia Fitriani, salah satu warga.

“Capek deh. Daripada ikut dosa, saya hapus aja langsung tiap dapet sharing nyasar, isinya hoax lagi hoax lagi. Jelas-jelas, siaran langsung di tivi kampanye damai. Pak Jokowi Pak Prabowo saling puji, cipika-cipiki, kok masih ada aja yang kerjanya ngelakuin hal tak terpuji (menyebar hoax, Red). Ampun saya,” cetus pengusaha kuliner pemilik gerai online Dimsum Lia-Ha, Langkapura, Bandarlampung ini, Minggu (23/9/2018).

Lain Amalia Fitriani, lain pula Didi Junaidi. Aktivis antikorupsi yang berdomisili di Kemiling, Bandarlampung ini wanti-wanti, agar kampanye Pemilu 2019 juga penuh narasi, adu program adu gagasan, termasuk kampanye antikorupsi.

“Para caleg, dan capres paslon 1 dan 2, jangan sungkan, jangan bosan, jangan ragu, ingatkan selalu, agar rakyat memilih nanti bukan karena sogokan, iming-iming materi, dan segala macam buah tangan. Pilihlah sesuai hati,” direktur LSM Jaringan Anti Korupsi (JAK) ini berseru, dihubungi Minggu (23/9/2018).

Bagaimana dengan Anda? Sudah siapkan kertas dan pena, juga daftar tanya, selain mencatat nomor urut kandidat, juga deret program yang bakal dihelat, sepanjang masa terberat, kampanye 23 September 2018 hingga 13 April 2019? [red/mzl]

Leave A Reply

Your email address will not be published.