Jet tempur tempur tercanggih Rusia, Sukhoi Su-57, diperlengkapi dengan rudal hipersonik R-37M anti-pesawat dengan jangkauan lebih dari 300 Km

0 12

DRADIOQU.COM – Jet tempur tempur tercanggih Rusia, Sukhoi Su-57, diperlengkapi dengan rudal hipersonik R-37M anti-pesawat dengan jangkauan lebih dari 300 Km. Rudal R-37M dapat menghancurkan target bernilai tinggi tanpa ampun.

Kepada Interfax, Rabu (26/9), Boris Obnosov, Direktur Tactical Missiles Corporation (KTRV), mengonfirmasi bahwa jet Su-57 akan termasuk di antara pesawat yang mampu menembakkan rudal baru R-37M. Pengembang R-37M diketahui adalah NPO Vympel, anak perusahaan KRTV.

Su-57 adalah pesawat Sukhoi generasi kelima pertama Rusia, yang dirancang untuk menjadi ancaman serius bagi kekuatan udara utama seperti Amerika Serikat (AS). Biasanya jet tempur ini membawa senjata di bagian dalam pesawat untuk mengurangi deteksi radar. Penempatan ini juga dilakukan untuk menghindari kegagalan fitur siluman Su-57.

Namun, misil yang lebih besar dapat dipasang secara eksternal di badan luar, dan salah satunya adalah R-37M, rudal dengan jangkauan yang lebih besar dari apa pun yang akan dimiliki pesawat AS.

Rudal R-37M adalah versi lanjutan dari rudal yang mulai beroperasi pada tahun 1985. Varian yang lebih tua adalah salah satu rudal udara-ke-udara yang lebih besar. Rudal tua berukuran 4,2 meter dan berat 600 Kg, hanya cocok untuk pesawat yang lebih besar seperti Mig -31 BM.

Fitur utama rudal yang diperbarui adalah jangkauannya. R-37M dilaporkan bisa menjangkau sasaran 300 Km. Meskipun demikian, beberapa sumber mengatakan rudal itu mungkin mencapai ketinggian 400 Km, bergantung pada profil penerbangan.

Misil R-37M yang mahal itu dimaksudkan untuk menjatuhkan target yang sama pentingnya seperti pesawat AWACS. Tetapi rudal ini punya kecepatan Mach 6 dan sistem penyelesaian dengan pencari aktif yang mengambil alih selama fase terminal. Sistem ini menjadi ancaman bagi target yang lebih gesit seperti jet tempur.

Varian R-37M dilaporkan dalam tahap akhir pengembangan. Rudal ini diberi sistem panduan baru dan kehilangan sebagian berat dan panjangnya agar muat pada platform pesawat yang lebih kecil.

Kemajuan dengan mengembangkan R-37M mempertanyakan masa depan rudal udara-ke-udara jarak jauh potensial lainnya yang dipertimbangkan untuk Su-57. Ada pula rudal bernama KS-172 yang dikembangkan oleh NPO Novator. Bahkan ada Almaz-Antey yang dilaporkan memiliki jangkauan lebih jauh dari 400 Km.

Rudal- rudal itu menjalani beberapa ujian yang sukses, tetapi diyakini tidak masuk ke dalam layanan operasi. Menariknya, Tiongkok dilaporkan juga mengembangkan rudal jarak-jauh dua tahap yang sama untuk pesawat siluman J-20.

Dengan rival strategis yang memiliki senjata jenis ini, AS mungkin perlu memikirkan kembali strateginya untuk superioritas di udara. Angkatan Udara AS masih menggunakan rudal udara-ke-udara jarak jauh, seperti AIM-54 Phoenix, yang memiliki jangkauan operasional hanya 190 Km.SP

Leave A Reply

Your email address will not be published.