Indonesia akan memperjuangkan empat tema prioritas di bidang keuangan dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018

0 28

DRADIOQU.COM – Indonesia akan memperjuangkan empat tema prioritas di bidang keuangan dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 yang berlangsung 8-15 Oktober mendatang di Nusa Dua, Bali. Ini dilakukan agar Indonesia bisa mengambil manfaat sebesar-besarnya sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, tema pertama adalah mengenai kebijakan ekonomi global, khususnya harmonisasi kebijakan antarnegara untuk pemulihan global dan mengatasi ketidakpastian global. Pembahasan ini diangkat agar pemulihan yang baik tak hanya dialami oleh negara maju, namun juga negara berkembang.

Menurut Perry, Indonesia ingin mendorong terciptanya pengaruh yang signifikan dari negara-negara berkembang terhadap pembentukan pertumbuhan ekonomi global sehingga dinamika perekonomian dunia tidak hanya dikendalikan oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS).

“Agar terjadi penguatan koordinasi harmonisasi kebijakan antarnegara untuk bersama-sama memulihkan ekonomi global dan mengatasi ketidakpastian global, di antaranya agar pertumbuhan ekonomi di dunia tidak hanya didukung Amerika Serikat, tapi negara lain khususnya emerging market,” ujar Perry dalam jumpa pers di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10), bersama Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Kominfo Rudiantara.

Pertemuan tahunan dua lembaga multilateral terbesar di dunia ini digelar di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat normalisasi kebijakan moneter AS dan perang dagang global dua pemain utama dunia yakni AS dan Tiongkok. Para regulator dan pelaku ekonomi dunia menyebut perekonomian saat ini sedang memasuki fase normal baru (new normal).

Oleh karena itu, Perry menyebutkan dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 ini, Indonesia juga akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi global yang lebih seimbang antarnegara. “Harmonisasi kebijakan ini juga terkait normalisasi kebijakan moneter, kenaikan suku bunga, ketegangan perdagangan di berbagai negara, agar pemulihan ekonomi global lebih seimbang,” ujar Perry.

Misi kedua Indonesia, kata Perry, adalah memperbanyak alternatif untuk pembiayaan infrastruktur agar tidak hanya mengandalkan instrumen fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Infrastruktur menjadi sektor prioritas pembangunan di negara-negara berkembang agar mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.

Tema kedua adalah pembiayaan infrastruktur. Dalam beberapa tahun terakhir, menurut Perry, Indonesia dari sisi infrastruktur tumbuh sangat cepat, yang mendatangkan apresiasi dari dunia internasional. Topik ini diangkat agar pembiayaan tak hanya datang dari APBN namun juga sumber lain seperti obligasi maupun penanaman modal untuk investasi infrastruktur.

Tema ketiga adalah ekonomi digital. Pembahasan antara lain akan berkisar kepada bagaimana ekonomi digital dapat dilakukan untuk pembiayaan UMKM serta teknologi finansial. “Selain itu, akan dibahas pula mengenai bagaimana pengaruh ekonomi digital bagi bank sentral, khususnya terhadap sistem pembayaran serta keamanan digital,” ucap Perry.

Tema keempat adalah ekonomi dan keuangan syariah. Kesempatan ini digunakan untuk menunjukkan kepada dunia internasional mengenai pencapaian dan potensi besar yang dimiiki Indonesia dalam bidang tersebut. Pertemuan tahunan kali ini pun menanda pertama kalinya tema ekonomi syariah mendapat porsi pembahasan yang cukup besar.SP

Leave A Reply

Your email address will not be published.