Indeks Kerawanan Pemilu 2019 salah satu yang menonjol Kualitas Daftar Pemilih , Serta Menangkal Berita Hoaks.

0 20

Dradioqu.com || Banten – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang, menginventarisir sejumlah kerawanan di Pemilu 2019 dalam diskusi bulanan yang dihelatkan, Kamis (27/9/18).

Pada diskusi yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan diantaranya, Mad Romli – Wakil Bupati Tangerang, Zulbahri Bahtiar – Kepala Kejaksaan Negri Kabupaten Tangerang, AKBP Oki Waskito – Waka Polresta Tangerang, Muhamad Ali Zaenal Abidin – Ketua KPUD kabupaten Tangerang, dan Andi Irawan – ketua Bawaslu kabupaten Tangerang.

Dengan Materi Diskusi Yang dibahas, adalah Bertajuk Peta Kerawanan Pemilu 2019, Faktualisasi serta akurasi data pemilih Sangat Perlu, Dapat Bijak dalam menggunakan Media Sosial, dapat Menangkal Berita bohong (Hoaks).

Selain itu, diskusi juga diperkaya dengan Pemaparan dari Ahmad Hidayat -Sekretaris Dukungan Elemen Satuan Kinerja (Desk) Pemilu 2019 Kabupaten Tangerang, Memed Chumaedi – Akademisi, dan Ahmad Suhud – Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Tangerang.

Mad Romli (Wabup) pada kesempatannya memberi sambutan, sebagai ujung tombak PERS adalah sebagai penyampai informasi, dan turut berperan, Serta dapat menjaga marwah demokrasi, sebagai penyampai informasi yang mencerahkan masyarakat.

“Pemilu adalah agenda penting yang harus kita kawal kesuksesannya, kami berharap pers lebih aktif menyampaikan informasi yang mencerahkan ” katanya.

Harapan yang sama pun disampaikan Zulbahri Bahtiar selaku Kejari Kabupaten Tangerang, Di tahun politik ini, kata Kajari, insan pers harus mampu menangkal, beredarnya berita palsu (hoaks) yang dapat memperkeruh suasana.

“Jangan sampai ada berita-berita hoaks, karena ini agenda penting kita, Saya minta media mampu menangkal berita hoaks ” Harapnya.

Sejumlah kerawanan lainnya dipaparkan Ahmad Hidayat Sekretaris DESK Pemilu Kabupaten Tangerang, Kata Dia, berdasarkan pemetaan pihaknya, ada enam hal yang harus diantisipasi, diantaranya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), penyalahgunaan wewenang, kualitas Daftar Pemilih Tetap (DPT), dukungan ganda partai, politik uang dan kewenangan petahana.

“ASN harus netral, tapi tidak menutup kemungkinan ada ASN yang tampil sebagai pendukung salah satu parpol, Ini tugas Bawaslu (mengawasi) ” Tegasnya.

Sementara Bawaslu Kabupaten Tangerang memaparkan Indeks Kerawanan Pemilu 2019, salah satu yang menonjol yaitu soal kualitas daftar pemilih.

“Kabupaten Tangerang kerawanannya ada di daftar pemilih. Skornya tinggi yaitu 86,82 persen,” ujar Andi Irawan, Ketua Bawaslu Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, kerawanan itu bisa dipicu oleh data ganda non identik, yaitu data yang memiliki kemiripan dan perlu difaktualisasi. Pihaknya, kata Andi, pernah merekomendasikan 3.440 data pemilih diduga ganda sebagai catatan pada saat penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Pencermatan (DPTHP) KPU Kabupaten Tangerang.

“Ada data yang sedang kita analisis ulang, (hasilnya) kita akan konfirmasi ke KPU ” Tambahnya.

Terkait kerawanan di DPT, Ketua KPU Kabupaten Tangerang Muhamad Ali Zaenal Abidin menduga ada dua asumsi, yaitu data ganda non identik dari Bawaslu belum terakomodir dalam pleno penetapan DPTHP. Karena menurutnya, saat itu waktunya sangat mepet.

“Kita pleno jam 13.00 WIB, sementara teman-teman (Bawaslu), jam 13.30 WIB baru menyerahkan. kan tidak mungkin harus verifikasi faktual, karena non identik,” ujarnya.

Hal kedua, menurut analisa Ali, persoalan DPT juga dipicu kondisi pemilih di desa Rawa Burung dan Rawa Rengas di Kecamatan Kosambi. Dimana ribuan warga sudah pindah lokasi karena terdampak perluasan Bandara Soekarno Hatta, namun datanya masih terdaftar sebagai warga setempat.

“Namun pola penangannnya sudah kami temukan, tapi tetap jadi catatan nasional (Bawaslu RI),” tambahnya.

Warga yang terdampak gusuran itu, jelas Ali, kini tercerai berai dari asalnya. Namun data kependudukannya belum berubah, masih tercatat di Kecamatan Kosambi.

“Sekarang kami sedang melakukan penyisiran dan beberapa sudah ditemukan,” tandasnya.

Dari aspek keamanan, AKBP Oki Waskito Sebagai Waka Polresta Tangerang mengatakan pihaknya sudah menginventarisir sejumlah kerawanan dalam tahapan Pemilu 2019.

Dalam catatannya, kerawanan itu ada pada saat kampanye, cetak dan distribusi logistik, masa tenang, pemungutan dan perhitungan suara hingga penetapan perolehan kursi dan pelantikan calon terpilih.

Oki juga mengatakan, Berbeda Dengan pelaksanaan Pilkada 2018, tingkat kerawanan dalam Pemilu 2019 cenderung lebih tinggi, hal ini karena bertambahnya jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berkorelasi dengan kebutuhan penambahan personel.

“Jumlah TPS hampir dua kali lipat, Tentu jumlah personel juga bertambah. Selain dibantu Linmas, nanti ada bantuan personel dari Polda Banten ” kata Oki.

Sangki Wahyudin Ketua PWI Kabupaten Tangerang berharap, dengan terinventarisirnya sejumlah kerawanan dalam Pemilu 2019 di Kabupaten Tangerang, insan pers, khususnya anggota PWI Kabupaten Tangerang dapat berperan turut meringankan kerja penyelenggara.

” Tentunya insan pers harus menumbuhkan kesadaran pemilih, agar menjadi pemilih yang aktif, sehingga kualitas DPT kita benar-benar terjamin ” kata Sangki.

Sangki juga mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial, Kata dia.

masyarakat harus cerdas serta cermat dalam menerima serta menyebar informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Masyarakat memiliki peran penting dalam pemilu. Semua elemen harus ikut menjaga kondusifitas bangsa. Dengan tidak membuat dan menyebar informasi bohong,” pungkasnya.

Sumber : M,Sutisna/Rk
Editor : SPN

Leave A Reply

Your email address will not be published.