FFI ; peternak sapi perah lokal di Indonesia merupakan salah satu mitra strategis yang mendukung perusahaan

0 15

DRADIOQU.COM – Bagi PT Frisian Flag Indonesia (FFI), peternak sapi perah lokal di Indonesia merupakan salah satu mitra strategis yang mendukung perusahaan, baik untuk membantu pemerintah memenuhi kebutuhan susu, maupun untuk menumbuhkan bisnis perusahaan. Hal itu yang mendasari komitmen FFI untuk terus memperkuat kemitraan dengan peternak sapi perah lokal, baik melalui koperasi susu maupun kelompok peternak, yang telah dimulai sejak 1996.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan enam koperasi susu dan kelompok peternak sapi perah di Jawa Barat menjadi salah satu bentuk penguatan komitmen FFI itu. “Peran peternak sapi perah lokal sangat penting bagi kami. Mereka yang selama ini memastikan kelancaran produksi produk susu kami dengan menyediakan bahan baku susu sapi segar berkualitas. Karena itu, kemitraan dengan koperasi susu dan kelompok peternak sapi perah memang sudah dilakukan sejak lama dan akan terus berlanjut,” ujar Corporate Affairs Director FFI Andrew F Saputro dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (30/8).

Dikatakan, sebelum ada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 26/2017, pihaknya telah melakukan kemitraan dengan para peternak sapi perah lokal. Bahkan, kemitraan itu tidak hanya terbatas pada penyerapan bahan baku susu segar untuk diproduksi, tetapi juga menjadi upaya pemberdayaan peternak.

FFI, ujarnya, ingin para peternak mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil susu ternak yang secara jangka panjang akan berdampak pada perekonomian mereka. Untuk mendukung itu, berbagai program telah dijalankan FFI. Salah satunya adalah mendorong mereka untuk menjalankan tata kelola dan tata laksana peternakan yang baik (Good Dairy Farming Practice – GDFP).

“Kami bahkan sedang menyiapkan sebuah Desa Susu (Dairy Village) yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini. Harapannya, Desa Susu ini bisa menjadi proyek percontohan GDFP bagi peternak di Indonesia,” ujar Andrew.

Komitmen kemitraan FFI itu diperkuat melalui penandatanganan MoU dengan koperasi peternak sapi perah dan kelompok peternak di Jawa Barat. Mereka adalah Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Koperasi Bayongbong Garut, Koperasi Saluyu Kuningan, Kelompok Peternak Sinar Mulya, dan Kelompok Peternak Lembah Kemuning.

Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) sekaligus Ketua KPSBU Lembang, Dedi Setiadi mengapresiasi inisiatif FFI itu. “Melalui kerja sama itu, para peternak memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh FFI. Dengan demikian, mereka bisa mengembangkan diri untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil susu ternak yang sangat berpengaruh bagi kesejahteraan peternak sapi perah. Kami berharap penandatanganan MoU ini bisa menjadi awal penguatan kemitraan jangka panjang serta mampu mendukung kehidupan yang lebih baik untuk para peternak sapi perah binaan kami,” ujar Dedi.

Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat (Jabar) 2016, terdapat lebih dari 123.000 ekor sapi perah di Jabar. Sementara, jumlah peternak sapi perah yang terdaftar sebagai anggota koperasi sebanyak lebih dari 20.000 orang.

Dengan kondisi alam yang ada di Jawa Barat, potensi pertumbuhan industri peternakan sapi perah masih sangat tinggi, sehingga menjadi fokus area FFI dalam mendukung perkembangan peternak sapi perah Indonesia. “Kami ingin kemitraan dengan FFI ini tidak hanya akan berlanjut, tetapi juga dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak lagi peternak sapi perah di Indonesia,” ujar Dedi.

Pada September mendatang, FFI juga akan bekerja sama dengan koperasi dan kelompok peternak sapi perah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seluruh upaya ini menjadi bagian dari penguatan komitmen FFI untuk menyejahterakan peternak sapi perah lokal di Indonesia.IYN/DPW

Leave A Reply

Your email address will not be published.