Dusun Terkutuk !? Fenomena Dusun Karang Kenek Situbondo

0 180

 

Dradioqu.com-Jatim ,Fenomena ini cukup uniq di era jaman now, kata kutukan masih ada dan seakan hanya dongeng belaka. Namun saat mengunjungi kota di salah satu kabupaten Situbondo bertemu salah seorang masyarakat yang bernama pak agus sodu.

Inilah percakapan kami saat mengupas cerita dusun karang kenek di desa olean kabupaten Situbondo. Indonesia ini nggak hanya dikenal karena budaya dan alamnya saja, tapi juga karena misteri-misterinya. Berbicara misteri, Indonesia memang punya banyak hal unik nan misterius yang mungkin belum benar-benar bisa dipecahkan. Mungkin takkan percaya apa yang terjadi di sana.

Hal misterius soal desa ini adalah jumlah penduduknya. Kalau dari dulu sekali, dusun ini nggak pernah nambah jumlah KK alias kepala keluarganya? Selalu berjumlah 26 dari tahun ke tahun. Padahal kalau bicara logika, jelas nggak mungkin hal tersebut terjadi. Pastinya, makin bertambahnya waktu akan banyak keluarga-keluarga baru. Tapi, faktanya di desa ini hal lumrah itu tidak terjadi.

Setiap kali ada keluarga baru yang muncul di desa ini, maka ada saja hal-hal aneh yang terjadi, sehingga membuat jumlahnya tetap 26. Aneh, kan? Lebih lanjut soal desa unik ini.Lazimnya sebuah daerah itu berkembang dari tahun ke tahun, khususnya di sektor penduduk. Hukumnya memang secara default begitu. Anak-anak tidak mungkin tidak tumbuh dan yang jelas mereka juga bakal punya keluarga sendiri.

Dalam kurun waktu tertentu sudah pasti akan muncul keluarga-keluarga baru. Umumnya memang harusnya begitu, tapi hal macam ini nggak dijumpai di desa bernama Karang Kenek ini.

Angka 26 ibaratnya seperti jumlah paten yang tidak bisa diubah. Mau ditambah atau dikurangi, pasti akan kembali ke 26. Begitulah perumpamaan soal jumlah keluarga di desa Karang Kenek ini. Hal tersebut seringkali dicoba memang dan hasilnya selalu saja jumlah KK di sana tidak berubah.

Setiap kali warga berusaha membentuk keluarga baru, ada-ada saja yang terjadi. Entah ada satu keluarga yang pindah, atau bahkan meninggal. Intinya, ketika berupaya menambah jumlah keluarga pasti ada saja jalan untuk kembali ke jumlah 26 tadi. Begitu pun ketika satu keluarga pergi, pasti tidak lama setelahnya akan datang penggantinya. Selalu seperti itu.

Menurut para sesepuh desa Karang Kenek, jumlah KK yang selalu 26 ini memang karena sebuah kutukan. Hal itu disebabkan oleh para pendahulu desa yang dikisahkan marah besar saat tahu anaknya tidak mau tinggal di sini. Mungkin dari kemarahan itu kemudian muncul lah kutukan tersebut.

Berharap keunikan itu bisa menjadi bagian kearifan lokal budaya masyarakat situbondo dan menjadi sumber bagi penggiat budaya dari daerah lain menjadikan Indonesia kaya akan sejarah.
(DRq/WN)

Leave A Reply

Your email address will not be published.