Divpropam Mabes Polri memastikan jika praktik pungli yang dilakukan

di Satpas Polres Kediri melibatkan Kapolres Kediri

0 25

DRADIOQU.COM  – Divpropam Mabes Polri memastikan jika praktik pungli yang dilakukan di Satpas Polres Kediri melibatkan Kapolres Kediri. Kini perwira menengah bernama AKBP Erick Hermawan itu diperiksa di Mabes Polri.

“Iya benar (Kapolres) terbukti. Dia diproses pelanggaran profesi dan etik. Saat ini akan kami proses lanjut untuk pelanggaran profesi Kita usulkan posisinya (sebagai kapolres) dievaluasi dan perbuatannya akan kami proses,” kata Kadiv Propam Polri Brigjen Listyo Sigit Prabowo, Selasa (21/8).

Jika terbukti melanggar profesi dan kode etik Erick terancam sanksi demosi sampai dengan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) alias pemecatan. Selain Erick ada beberapa personel lain yang diproses.

“Ini menjadi pelajaran bagi semuanya. Jangan membuat sesuatu yang merugikan institusi. Ini hanya segelintir saja. Mayoritas bekerja untuk melayani masyarakat dengan baik,” imbuhnya.

Praktik ini terbongkar pada Sabtu (18/8) lalu. Modusnya setiap pemohon SIM dikenakan biaya di luar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang bervariasi mulai dari Rp 500.000-Rp 650.000 per orang tergantung jenis SIM-nya.

Supaya tidak mencolok mereka menggunakan tangan calo yakni Harry, Alex, Budi, Dwi, dan Yudi yang bekerja secara terkoordinasi.

Setiap hari para calo menyetorkan uang pungutan di luar PNBP kepada PNS bernama Anto yang kemudian dilaporkan kepada Baur SIM Bripka Ika.

Setelah direkap setiap mingguny,a uang tersebut di distribusikan kepada kapolres, kasatlantas, Kas dan Baur SIM. Besarnya pun variatif.

Kapolres diduga setiap minggunya menerima sekitar Rp 40 sampai 50 juta. Kasat AKP sekitar Rp 10 juta -15 juta dan seterusnya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.