Dilansir dari Hello Sehat , preeklampsia adalah

kondisi yang terjadi pada kehamilan yang ke-20

0 23

DRADIOQU.COM – Saat hamil, seluruh hormon dalam tubuh ibu akan berubah. Hal ini dapat menyebabkan berbagai kondisi yang melibatkan ibu atau pun janinnya jika tidak diwaspadai. Salah satu kondisi yang dialami ibu hamil adalah preeklampsia.

Dilansir dari Hello Sehat , preeklampsia adalah kondisi yang terjadi pada kehamilan yang ke-20, ditandai dengan peningkatan darah tinggi yang tidak memiliki riwayat hipertensi.

Penyebab preeklampsia

Preeklampsia merupakan kehamilan dengan gejala pembengkakan kaki dan tangan. Hal ini terjadi pada plasenta yang membuat aliran ke bayi atau ibu tidak lancar. Plasenta yang tidak mencukupi darah dan oksigen akan menghasilkan darah dan ibu.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, preeklampsia terjadi bengkak pada tubuh ibu. Pembengkakan terjadi karena adanya gangguan pada ginjal. Kondisi ini disebut proteinuria, yaitu kondisi yang tidak bisa menyaring protein dengan baik.

Gejala preeklampsia

Gejala preeklampsia bisa terlihat secara kasat mata dan tidak, tetapi pada umumnya gejalanya sebagai berikut:

  • Tekanan darah di atas 140/90
  • Pembengkakak wajah, kaki, tangan dan mata
  • Mual dan muntah
  • Menyetel berat badan dalam satu-dua hari
  • Nyeri pada perut bagian atas maupun kepala
  • Penglihatan kabur
  • Jarang buang udara kecil
  • Setelah dilakukan pemeriksaan urin, didapati ensikan protein

Ibu dengan risiko preeklampsia

Preeklampsia bisa terjadi para siapa saja, tetapi dengan ibu hamil yang kondisinya sebagai berikut:

  • Memiliki diabetes kesehatan, penyakit ginjal, hipertensi, lupus atau sindrom antifofolipid.
  • Hamil di atas usia 35 tahun atau kurang dari 18 tahun
  • Ibu hamil yang obesitas
  • Hamil anak kembar
  • Jeda kehamilan cukup lama dari kehamilan sebelumnya (10 tahun)
  • Pernah sebelumnya preeklampsia di kehamilan sebelumnya
  • Faktor genetik, gangguan pembuluh darah dan autoimun

Dampak preeklampsia

Melihat begitu vitalnya gangguan ini, tepat jika terlihat tanda-tanda di atas, keluarga segera membawa ibu hamil ke rumah sakit. Pasalnya, preeklampsia sanagt berbahaya, baik terhadap ibu maupun janinnya. Berbagai jenis kesehatan hingga kematian ada di depan mata, misalnya:

  • Bayi lahir dengan berat badan rendah atau prematur, berakibat pada masalah pertumbuhan kognitif dan fisik anak masa
  • Pukulan
  • Jantung Gagal
  • Paru-paru basah
  • Pendarahan hati
  • Pendarahan serius mencampurnya melahirkan
  • Kelahiran mati akibat plasenta tiba-tiba saja terputus dari ibu dan janin

Demikian penjelasan tentang preeklampsia pada ibu hamil.

Leave A Reply

Your email address will not be published.