Dandim 0820 Probolinggo : ” Tidak Ada Unsur Kesengajaan”

dan kurangnya kontrol dari panitia

0 56

DRADIOQU.COM – Beredarnya video anak-anak pawai budaya dengan menggunakan pakaian serba hitam bercadar, akhirnya mendapat respon dari Hartatik, salah satu Kepala Sekolah Paud di Kota Probolinggo. Sabtu, 18 Agustus 2018.

Hartatik menjelaskan jika penggunaan kostum ke anak-anak didiknya tersebut, tidak bertujuan untuk mendukung, maupun mengarah ke salah satu kelompok radikal tertentu. “Penggunaan atribut itu merefleksikan perjuangan Rasulullah, dan tidak ada maksud mengarah ke simbol-simbol radikalisme,” tandas Hartatik, melalui konfrensi Pers yang berlangsung di Mapolresta Probolinggo.

Bahkan, Hartatik menilai jika video yang beredar di media sosial tersebut, tak menampilkan secara utuh pawai karnawal Paud se-Kota Probolinggo yang berlangsung hari Jumat, 17 Agustus 2018, kemarin.

“Beredarnya video itu, hanyalah potongan saja dari rangkaian kegiatan, sehingga tidak terlihat adanya pawai-pawai lainnya yang masih terekam secara utuh,” pungkasnya. “Di dalam video sebenarnya, kita juga menampilkan ornamen Ka’bah yang merupakan simbol kokohnya keimanan yang dimiliki oleh Rasulullah SAW. Replika senjata itu, juga sudah pernah digunakan pada karnaval sebelumnya, dua tahun yang lalu,” tambahnya.
Sementara itu, Panitia penyelenggara karnaval Paud se-Kota Probolinggo, mengakui jika dirinya kecolongan dengan adanya peserta yang menggunakan kostum hitam bercadar dalam pawai tersebut.

Menurut Ruspini, minimnya petugas yang melakukan pengecekan terhadap setiap kostum yang akan digunakan para peserta pawai, juga menjadi kendala dalam event pawai peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-73 tahun, kemarin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kekurangan ini, akan di jadikan koreksi untuk penyelenggaraan kedepannya supaya lebih baik. Saya akui jika panitia juga lalai dalam melaksanakan kontrol dan pengecekan,” terangnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.