Dalam rangka tasyakuran potong rambut 2018. Di hadiri oleh : H. Sanusi. MUI. SKM, H. BAKRI. Keluargga besar dan Tokoh masyarakat.Bidik kamera

0 24

DRADIOQU.com – Tangerang, Sabtu 01/12/2018,” Ibu eni mengatakan kepada awak media ” Puji syukur kehadirat Allah SWT, kami panjatkan karena berkat rahmat-Nya tentang pengenalan adat istiadat di Kampung kami Kp. Tarikolot Rt. 05/04 Ds. Kaliasin – Kecamatan Sukamulya – tangerang – Banten. Putra yang beri nama MUHAMMAD ARIFIN ILHAM BIN AGUS SUPRIANA terselesaikan walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana. Kami menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna dan tidak mustahil jika dalam acara adat istiadat gunting rambut ini banyak kekurangan, untuk itu kami sebagai orang tua, mengharapkan adapun adat istiadat gunting rambut ini.

Untuk melaksanakan gunting rambut tersebut dilakukan dengan upacara tepung tawar yang dilakukan Sehingga menjadi adat sampai sekarang. Adapun kegiatan tepung tawar dilakukan pada saat anak bayi berusia 40 hari sampai 1 tahun dan dipotong rambutnya oleh tokoh agama atau alim ulama sebanyak 7 (tujuh) orang.

Sebelum ditepung tawar dilaksanakan kening, telinga, tangan dan kaki anak bayi tersebut diberi minyak wangi selanjutnya rambut anak dipotong, rambut anak tersebut disimpan disebuah kendi yang terbuat dari kelapa muda yang telah dihiasai oleh daun kelapa muda. Setelah itu anak ditepung tawar dan dihamburkan dengan beras kuning. Setiap orang yang memotong rambut bayi tersebut diberikan sebagai tanda ucapan terima kasih dan ditutup dengan pembacaan do’a.

Pembacaan Serakal AI-barjanji tersebut akan mendapat pahala serta safaat dari Nabi Muhammad SAW.

Untuk melakukan tepung tawar dipersiapkan daun ribu-ribu dan daun juang serta diikat dengan kain kuning, maksudnya agar anak tersebut berani memperjuangkan kebenaran serta pandai merangkul atau mendekatkan diri pada semua orang baik yang besar maupun yang kecil, tua ataupun muda. Dan selanjutnya menjadi seorang pemimpin yang jujur.

Rambut bayi diikat dengan benang, setiap ikatan diberi bunga dan daun pandan (3, 5 atau 7 ikatan) sesuai dengan jumlah dengan orang yang akan memotong rambut anak tersebut. Begitu pembacaan bersanji sampai pembacaan kasidah berjanji yang disambut dengan asrakal dimana semua tamu berdiri, maka sang bayi dibawa keluar dan ditaburi bunga rampai yang penaburan bunga rampai ini dimaksudkan sebagai pemberitahuan dimulainya acara gunting rambut.

” Selanjutnya bayi dibawa kepada orang yang dihormati baik dari segi usia, agama dan adat istiadat. Sebelum pemotongan rambut orang yang memotong rambut membaca do’a singkat untuk anak tersebut. Gunting rambut tersebut dilaksanakan sebanyak 3, 5 dan 7 orang dan setiap Setelah pengguntingan rambut. Pungkas _ kata ibu eni

Penulis / Jurnalis : Suproni

Leave A Reply

Your email address will not be published.