Ceritaku kali ini aku adalah seorang pejuang LDR dari tahun 2016

0 72

DRADIOQU.COM – Ceritaku kali ini aku adalah seorang pejuang LDR dari tahun 2016. Waktu itu aku punya kenalan namanya Angga. Kami memang hanya menikmati temen obrolan yang sama sekali belum pernah bertatap muka. Rasanya aneh sebenarnya tapi mau gimana lagi karena berhasil membuat kami menjadi berhasil di dalam hubungan ini. Entah pacaran, entah sahabatan, entah cuma teman ngobrol aja. Entahlah, itu urusan perasaanku dan perasaannya.

Memang di dalam hubungan itu tidak selalu berjalan mulus. Ada saja batu kerikil yang seakan-akan membuat perasaan jatuh bisa jadi melayang-layang bak anak muda yang sedang jatuh cinta bahkan sakit hati dan patah hati itu hal biasa. Begitu juga dengan hubunganku bersamanya.

Angga adalah nama kenalan media sosial yang bahkan aku menjadikannya spesial, berbulan-bulan berlalu kami perlu tidak ada kontak sama sekali hanya karena masalah sepele, katanya dia memang masih suka sama mantan pacarnya dulu. Dia juga cerita sampai saat ini masih bisa melupakannya. Baik aku masih bisa terima itu. Aku bilang, “Nggak apa-apa lanjutkan aja hubungan kamu dengan mantan pacarmu saja kali aja itu jodohmu.”

Dengan berat hati aku sudah ikhlasin dia atas kemauannya juga tapi ternyata dia bilang, “Tapi entah apa aku pun tak tahu apakah punya perasaan yang sama denganku atau tidak? Kamu sudah punya yang terbaik kamu mau minta tolong untuk saat ini kamu minta tolong lagi ? Dan terima kasih sudah masuk dalam kehidupanku dan sudah pergi begitu saja. ”

Lelucon macam apa ini (ujarku dalam hati). “Tapi nggak apa-apa yang bisa aku lakukan itu yang terbaik buat kamu. Makasih ya,” itu ucapan terahir aku sama Angga. Entah puas luar biasa di hati sampai aku mikirin di mana saja, hati nuraninya? Terkadang kejujuran memang bisa tapi itu adalah yang jarang orang lakukan.

Tiga bulan atau lebih saat melewati yang lalu dan aku blokir semua BBM, WA, Instagram kecuali Facebook karena memang aku jarang membukanya sehingga aku tidak terhalang juga. Waktu itu iseng tidak sengaja ingin sekali dibuka Facebook, setelah masuk bunyi kring ada 3 pesan masuk dengan kata yang katanya dia kangen sama aku, dia nyesel udah kayak dulu bilang mau mau pulang dulu pacarnya. Aku juga heran enggak tahu kenapa dia bisa balik lagi sama aku, ngobrol aku lagi setelah aku benar-benar lupain dia, mungkin ini kesalahanku.

Waktu itu aku memang udah laki-laki banget balesin chatnya Angga tapi dia selalu ngobrol terus dan dengan tidak tega aku membalasnya dengan singkat dan bertanya ada tujuan apa dia. Tercabik-cabik hati dan perasaan ini tapi aku tahan dengan indahnya. Setelah itu dia bertanya masalah akun WA, BBM, IG yang udah aku blokir semuanya dengan alasan aku mau lupanya.

Ternyata kegigihanku untuk dihapus Angga tidak berhasil karena hati ini begitu sayang disetujui. Saat itu melanjutkan kami menjalin komunikasi kembali dengan ya seperti itu berkali-kali aku blok semua akunnya karena aku memang tipe orang yang mudah sekali jatuh cinta juga mudah sekali jatuh untuk tidak menyukaimu, sudahlah merasa berdamailah denganku.

Setahun lamanya berlalu tiba tiba ada pesan di akun ig ku seperti ini, “Mbaknya pacarnya Mas Angga ya? Kenalin Mbak, aku adeknya Mas Angga. Kalau boleh, ayah sama ibu pengin kenal Mbak lebih jauh. ”Terharu ngga ada pesan seperti itu? Jelas aku bacanya lagi sampai 5 kali di baca lagi karena aku takut salah baca pesan dan alhamdulilah aku lagi tidak mimpi di siang bolong. Lantas aku membalasnya dan aku beri nomor WA lalu aku telepon kedua orang tua dan satu adiknya, setelah berkenalan dengan orang tuanya begitu serius menerima padahal kami belum tahu jauh, belum pernah bertemu hanya bertatapan di depan layar HP saja.

Setelah dulu pernah berbincang-bincang, berkenalan, mengobrol dan setelah selang orang tuanya mencoba mengunjungi kerumahku, dengan senang hati aku menjawa iya! Sekali lagi aku cubit kedua pipiku aku sedang tidak bermimpi kan? Masih ada perasaan aneh yang tidak masuk akal.

Ilustrasi./Copyright pexels.com

Saat ini tiba hari di mana orang tua Angga mengunjungi kerumahku setelah aku meminta alamat dan aku mengantarkan orang tuanya di jalan terdekat rumahku. Setelah sampai di rumah mereka mengobrol dan tujuan orang tuanya ke sini ingin sekali melamarkan aku untuk membalikkan, aku sampai terharu nangis di situ, mereka orang yang baik datang ke rumahku hanya demi perburuan.

Setelah itu tepat di bulan Desember 2017 aku bersama rombongan keluargaku berganti rumah orang tua Angga dan karena Angga memang tidak bekerja di rumah sampai satu tahun lebih tepatnya aku tidak pernah mendapatkan bertatapan langsung dengan Angga. Setelah sampai di Rumah Saya benar-benar sudah seperti rumah sendiri, di dalam hatiku mereka memang orang tua yang luar biasa.

Aku bahagia dengan sosok bapaknya senang sekali. Aku sangat sayang memikirkan karena aku memang sudah lama ditinggal ibuku. Sosok ibu yang benar-benar tidak akan pernah ada gantikan. Hampir 2 tahun kurang lamanya Angga akan pulang dari tanah rantau kedua orang tuanya dan orang tuaku sangat menunggu datang setuju, mereka ingin sekali mempertemukan aku dengan Angga.

Aku memang tidak pernah bosan menunggu menunggu orang tuanya sudah memberiku kepastian tentang sementara dan yang ini tidak dapat melakukan mulus. Sering kali antara aku dan Angga komunikasi tidak bisa lebih dulu, baru komunikasi ada, sudah tidak seperti dulu waktu awal. Sudahlah kami sama-sama sibuk mempersiapkan masa depan masing-masing untuk itu kami bersama tidak pernah saling tuduh, dan komitmen untuk mempercayai masing-masing.

Dalam waktu dekat ini tepat pada bulan September Angga akan pulang dari tanah rantau. Orang tuanya sangat bahagia dengan kepulangan yang sudah dari dulu ia nantikan, dulu suka duka yang aku alami di dalam hubungan ini. Sampai beberapa kali saya pikir itu masuk akal, tetapi Allah selalu menguatkan hatiku untuk tetap bertahan karena tiga tahun itu berhasil terlepas dari sangat lama. Kami berdua memutuskan untuk ke jenjang yang lebih serius karena memang kami belum menemukan sampai September ini. Saya harap setelah bertemu tidak merasa kecewa Satu sama lain malah kami mewujudkan impian LDR tujuan yang dulu kami dambakan, dan di bulan Oktober kami menerima ucapan selamat.BUNDA

Leave A Reply

Your email address will not be published.