calon pengantin dan calon guru perlu diberi bimbingan antiradikalisme

0 38

DRADIOQU.COM – Seperti yang dikutip Dari ANTARA bahwa Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, calon pengantin dan calon guru perlu diberi bimbingan antiradikalisme demi menghindarkan anak terpapar paham itu sejak dini.

Susanto mengatakan, dari kajian yang dilakukan, anak-anak tersusupi paham radikal antara lain lewat orangtua dan guru.

“Kalau orangtua dan guru sudah terinfiltrasi oleh radikalisme maka akan berbahaya,” kata Susanto, Sabtu (8/9).

Oleh karena itu, selain mendapatkan bimbingan tentang membina rumah tangga, calon pengantin yang juga berarti calon orangtua perlu juga mendapatkan bimbingan tentang antiradikalisme. Sehingga, nantinya dapat membentengi anaknya dari radikalisme. Diharapkan, orangtua harus lebih selektif dalam memilih pengasuh anak.

Demikian juga dengan calon guru, kata Susanto. Dalam konteks Indonesia, guru bukan hanya sumber nilai bagi anak, melainkan juga menjadi referensi dalam semua hal, termasuk wawasan keagamaan, wawasan kebangsaan.

“Ketika seorang guru telah terinfiltrasi oleh radikalisme, maka akan dimanfaatkan oleh jaringan kelompok radikal terorisme sebagai pintu masuk kepada anak,” katanya.

Menyinggung karnaval anak TK yang menggunakan cadar dan memegang senjata mainan, menurut Susanto, memang tidak ditemukan indikasi adanya jaringan radikalisme. Namun, KPAI dan pihak kepolisian sepaham bahwa bagaimana pun kegiatan dengan menggunakan simbol-simbol radikalisme harus dihindari.

Ia khawatir meskipun kegiatan ini tidak disengaja, bisa menimbulkan persepsi pembenaran dan bisa menjadi pintu masuk radikalisme dan juga bisa menjadi lampu merah bagi dunia pendidikan.ANTARA

Leave A Reply

Your email address will not be published.