APBP Tahun 2017 Pekon Kuripan Diduga Sarat Mark-Up

0 26

DRADIOQU.COM – Tanggamus Lampung, Diduga dalam Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Pekon (APBPekon) tahun 2017, Pekon Kuripan Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus, yang ditandatangani oleh Ansoruddin selaku Kakon Kuripan tidak sesuai realisasinya. Pasalnya banyak dugaan indikasi mark-up yang dilakukan oleh oknum Kakon tersebut.

Hal itu berdasarkan pantauan Awak Media ke lokasi bangunan drainase dan jalan onderlagh yang dibangun menggunakan kucuran dana pekon/desa (DD) tahun anggaran 2017 yang lalu. Diduga panjang fisik bangunan tidak sesuai dengan yang ada di Laporan APBPekon, hal itu berdasarkan keterangan dari beberapa pemborong pekerjaan di pekon setempat.

Seperti misalnya, bangunan drainase yang dibangun di dusun 2 pekon kuripan. Menurut keterangan dari TG (60) selaku pihak pemborong, Dia menjelaskan bahwa saat pengerjaanya, bangunan tersebut hanya sepanjang kurang lebih 150 Meter dan bukan 200 Meter,seperti yang ada dilaporannya.

“Kalo tidak salah bangunan tersebut hanya sepanjang 150 Meter saja, tidak sampai 200 Meter. Waktu itu saya yang memborong pengerjaan drainase tersebut dan cara menghitung panjangnya ya dua-duanya itu,” jelasnya.

Disisi lain, awak media kembali memantau bangunan jalan onderlagh tahun anggaran 2017 dan kembali menemukan kejanggalan-kejanggalan dan indikasinya ada dugaan mark-up dari segi panjang jalan tersebut. Sepertinya panjangnya diduga tidak sesuai dengan yang ada di Laporan APBPekon.

Oleh sebab itu, Tim kembali mencari keterangan dari pekerja sekaligus pemborong bangunan jalan onderlagh tersebut. Inisial GR (40) selaku pemborong adalah warga dari luar Pekon Kuripan Kecamatan Limau. Dia menjelaskan bahwa, Dia bekerja berdasarkan dana yang dikeluarkan oleh Kakon Kuripan.

“Saya bekerja sebagai pemecah batu, dan karena saya punya keahlian seperti itu maka saya manfaatkan untuk pengerjaan jalan tersebut. Untuk pengadaan batu Rp. 200.000,- per mobil dan untuk panjang jalan tersebut waktu itu cuma 450 Meter,” ujarnya.

Dilain pihak, saat dugaan ini dikonfirmasikan ke Ansoruddin selaku Kakon Kuripan, namun baik dikantor Pekon atau rumahnya, sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi dikarenakan saat itu Beliau tidak ada ditempat. Dan saat dihubungi via telphone nomer tersebut aktif tapi tidak ada jawaban, menurut keterangan Istri beliau, kakon tersebut lagi ada keperluan diluar.

Oleh sebab itu, Tim mencoba untuk mengkonfirmasi ke Inspektorat Kabupaten Tanggamus untuk mendapat kejelasan informasi terkait masalah ini. Kedatangan Tim langsung dihadapakan ke Inspektur Inspektorat, Fathurahman didampingi oleh Tabroni selaku Irbanwil IV di ruang kerjanya, senin – (8/10/18)

Menurut Fathurahman, untuk Pekon Kuripan, di tahun anggaran 2017 sudah selesai diperiksa. Tim inspektorat pun sudah turun secara reguler dan hasil pemeriksaan tersebut sudah ada, bahkan sudah mereka sampaikan ke masing – masing Pekon melalui camat setempat untuk ditindaklanjuti. Adapun terkait temukan mereka, memang ada beberapa catatan-catatan.

“Terkait soal ukuran, pekerjaan kami kan banyak. Jadi pada saat itu, tidak sempat diukur, tetapi sudah ditunjukkan titik-titiknya, dokumen ada, fotonya ada,Oke. Kami sudah ada pekerjaan lain lagi, kita tunggu dulu jika ada dari masyarakat yang laporan maka kami akan periksa,” jelasnya.(Syahril Fauzi/Apriadi-tim AJOI tgms)

Leave A Reply

Your email address will not be published.