Apapun yang tengah kamu hadapi, percaya bahwa Tuhan akan memberi jalan keluarnya

0 20

DRADIOQU.COM  -Sebuah kisah artikel cermin kali ini adalah Apapun yang tengah kamu hadapi, percaya bahwa Tuhan akan memberi jalan keluarnya, bahkan dengan cara yang tak pernah kamu bayangkan.” Pepatah itu seakan mengingatkanku pada suatu kejadian. Kala itu aku baru saja lulus dari bangku SMA dan aku bersyukur dapat diterima di salah satu perguruan tinggi di kotaku. Aku sangat senang dan bersemangat untuk kuliah. Aku saat itu sangat berharap akan mempunyai banyak cerita yang indah pada saat kuliah. Namun hal itu sirna begitu saja saat musibah melandaku.

Awal masuk kuliah aku memiliki beberapa teman yang menyenangkan. Mereka semua memiliki karakter yang berbeda-beda. Aku pada awalnya tidak menyangka bahwa aku bisa berteman dengan mereka. Semua orang takjub dengan pertemanan kami. Hari demi hari kami lewati dengan baik dan tepat pada akhirnya, ada kejadian yang tak terduga menimpa diriku.

Entah mengapa, mereka sendiri tiba tiba saja menjauhi diriku. Aku merasa dicampakkan, terasingkan, terbuang, dan seperti sampah. Hal itu membuat aku tergelincir karena orang yang sudah aku percaya lakukan seperti itu. Aku benar-benar kecewa dengan sikap mereka, hatiku sangat hancur. Ingin membuat saya memutar waktuku untuk kembali ke zaman SMA. Aku menelanjang masa-masa kuliahku, inginasaan aku mati saja. Sebegitu hancur dan stresnya karena sikap mereka seperti itu kepadaku. Akibat kejadian itu, hari-hariku terasa suram, selalu ada tangisan di setiap zaman.

Aku tidak tahu harus berbuat apa, aku benar-benar sendiri. Hari-hariku serasa hambar, tidak ada yang menyenangkan. Hingga pada hari, ada dua teman kuliah yang menghampiriku. Mereka adalah temanku semasa SD. Hubungan kami terputus setelah lulus dari bangku SD, sudah tidak lagi satu sekolah. Namun, takdir mengatakan, pada saat kuliah mereka dipertemukan kembali setelah sekian lama. Mereka hadir di saat yang tepat. Mereka peduli keadaanku yang sangat buruk. Tanpa berpikir panjang, aku langsung menceritakan semuanya, apa yang sedang aku alami saat itu. Tangisan pun langsung pecah begitu saja, tak kuasa aku menahannya.

Entah mengapa, mereka sendiri tiba tiba saja menjauhi diriku. Aku merasa dicampakkan, terasingkan, terbuang, dan seperti sampah. Hal itu membuat aku tergelincir karena orang yang sudah aku percaya lakukan seperti itu. Aku benar-benar kecewa dengan sikap mereka, hatiku sangat hancur. Ingin membuat saya memutar waktuku untuk kembali ke zaman SMA. Aku menelanjang masa-masa kuliahku, inginasaan aku mati saja. Sebegitu hancur dan stresnya karena sikap mereka seperti itu kepadaku. Akibat kejadian itu, hari-hariku terasa suram, selalu ada tangisan di setiap zaman.

Aku tidak tahu harus berbuat apa, aku benar-benar sendiri. Hari-hariku serasa hambar, tidak ada yang menyenangkan. Hingga pada hari, ada dua teman kuliah yang menghampiriku. Mereka adalah temanku semasa SD. Hubungan kami terputus setelah lulus dari bangku SD, sudah tidak lagi satu sekolah. Namun, takdir mengatakan, pada saat kuliah mereka dipertemukan kembali setelah sekian lama. Mereka hadir di saat yang tepat. Mereka peduli keadaanku yang sangat buruk. Tanpa berpikir panjang, aku langsung menceritakan semuanya, apa yang sedang aku alami saat itu. Tangisan pun langsung pecah begitu saja, tak kuasa aku menahannya.

Dua temanku sangat terkejut mendengar ceritaku. Mereka bahkan tak menyangka bahwa kejadian seperti itu bisa menimpa diriku dan dilakukan oleh orang-orang itu. Mendengar cerita tersebut, mereka merasa cintaan kepadaku. Sampai akhirnya, mereka memberi saran pada mereka dan segera bangkit dan masalah itu tidak pernah ada. Mereka juga sangat siap menemaniku setiap saat. Aku sangat terharu mendengar perkataan mereka, ternyata masih ada yang mau berteman denganku. Benar adanya, bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan masalah di luar batas kemampuan seorang hamba-Nya.

Pada dasarnya aku takut bahwa rasa ke bahasaanku akan dikhianati lagi, namun ternyata hal itu berbeda. Kehadiran mereka Percetakan membuat hari-hariku lebih berwarna lagi. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana keadaanku karena tidak ada mereka.

Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan mereka. Hadirnya mereka di kehidupanku adalah sebuah anugerah yang tidak pernah terduga, mereka seperti pahlawan yang sangat indah. Mereka sudah kuanggap sebagai keluarga sendiri. Semua masalah yang ada yang berhubungan dengan percintaan, kuliah, keluarga, dan apa saja yang ada saat dibatas dengan mereka semua.

Terima kasih Tuhan, Engkau telah menambahkan mereka di kehidupanku hingga saya dapat kembali seperti dulu bahkan menjadi lebih baik lagi. Tuhan, satu pintaku diberikanlah pertemanan ini bisa tetap terjalin hingga maut yang memisahkan, amin.

Leave A Reply

Your email address will not be published.