AirNav Indonesia menyatakan, tim teknik AirNav Indonesia yang diturunkan ke Palu 

0 52

DRADIOQU.COM – AirNav Indonesia menyatakan, tim teknik AirNav Indonesia yang diturunkan ke Palu dalam dua hari telah berhasil memulihkan fasilitas navigasi DVOR/DME  dan selanjutnya dilakukan ground testdengan mendatangkan alat uji PIR (portable ILS/DVOR receiver) dari Balikpapan dengan hasil akurat sesuai standar

Manajer Humas AirNav Indonesia, Yohannes Sirait, menjelaskan, tim teknik juga menaikkan jangkauan (coverage) alat komunikasi ground to air (VHF) sampai di atas 40 nautical mile (NM) dan memulihkan jaringan komunikasi untuk koordinasi antara Palu dan MATSC (AirNav Cabang Makassar).

“Dengan hasil kerja tersebut, peralatan navigasi kembali beroperasi normal. Selain itu, lampu di runway juga telah menyala, sehingga layanan navigasi penerbangan di Palu kembali menjadi IFR (Instrumen Flight Rules) dan bandara dapat dioperasikan hingga malam hari,” ungkap Yohannes dalam keterangan tertulis, Selasa (2/10).

Yohannes menambahkan, AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM Nomor H0913/18 mengenai jam operasional Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu. Jam operasional untuk penerbangan komersial adalah dari Pukul 06.00 WITA – 22.00 WITA. Sedangkan, untuk penerbangan emergency, SAR, dan kemanusiaan Bandara dibuka 24 jam.

“Seluruh peralatan ini, kelistrikannya didukung oleh genset. Karenanya Airnav sangat membutuhkan kepastian pasokan bahan bakar untuk dapat terus melayani Bandara Mutiara Palu 24 jam,” imbuh Yohannes.

Lebih lanjut, Yohannes menerangkan, pihaknya juga menerima kabar kondisi aktual di Bandara Palu langsung dari GM Airnav Makassar Novy Pantaryanto yang langsung memimpin posko tanggap darurat Airnav Indonesia Palu.

Menurut laporan, secara umum pelayanan navigasi berjalan dengan baik di mana kapasitas Bandara Palu ditetapkan sebanyak 9 slot penerbangan/jam dan dikelola langsung oleh unit ATFM (Air Traffic Flow Management) dan crisis center AirNav Makassar yang bekerja 24 jam.

“Pada kondisi tanggap darurat ini ada kesepakatan 4 slot di peruntukan untuk penerbangan militer, 4 untuk penerbangan sipil dan 1 safety margin,” imbuh Yohannes.

Selain slot di atas, Airnav juga mengelola slot untuk penerbangan helikopter yang diparkir di areal rumput depan tower sebanyak 8 pesawat.

Pengaturan parkir pesawat sangat lancar, jelas Yohannes, dikarenakan koordinasi sangat baik terutama didukung tim AMC UPBU Bandara dan perbantuan dari PT Angkasa Pura I Bandara Hasanuddin.

“Selain itu, terdapat pembatasan akses untuk mengamankan wilayah airside dari pengungsi dan orang-orang yang tidak berkepentingan,” sebut Yohannes.

Leave A Reply

Your email address will not be published.