Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Airin Rachmi Diany Buka Bazar Ramadhan 2019 Tangsel

0 31
polri 73

Dradioqu, Tangerang Selatan – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyelenggarakan kegiatan bazar dalam rangka Hari besar Keagamaan Nasional di halaman Kantor Dinas Ketahanan pangan, Serpong, Rabu (15/5/19).

Kegiatan bazar tersebut dibuka langsung oleh Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kota Tangsel, Nur Selamat, menjelaskan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya melalui jejaring keamanan pangan.

“Pelaksanaan bazar ini merupakan cikal bakal terbentuknya Toko Tani Indonesia (TTI) center di Tangsel,” jelasnya.

Bahwa Tangsel tahun depan ada dua strategis kegiatan yakni TTI center dan Lab mini.”Kita sudah punya 51 TTI center di Kecamatan dan Kelurahan, insyallah akan dibuat kajiannya, berapa kebutuhannya dan berapa yang bisa diserap pasar oleh TTI center baik beras, telor dan lainnya yang sudah dikerjasamakan oleh Pemkot Tangsel dengan wilayah lain, kita sudah keliling melihat ke sumber produksi seperti beras di Mauk dan Pandeglang, Bawang di Brebes dan Cirebon, telor di Blitar dan Palembang, sayuran di Pangalengan, “jelasnya.

Artinya langsung ke sumber produksi, karena setelah disurvey di lapangan, ongkos produksi bawang harganya Rp 9.200 dan dijual Rp 13 ribu,di stasiun food DKI jual Rp 15 ribu, pasar menjual Rp 24 ribu. Ini terlihat ada jasa-jasa lain diperjalanan yang begitu mahal hingga sampai disini.

Kedepannya untuk menekan itu akan membuat TTI center dan membuat agen, sehingga teman-teman bisa belajar melalui TTI ini.

“TTI hadir diberbagai tempat untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau dan berkualitas,” ujarnya.

TTI bisa menjual dengan harga murah dan berkualitas, karena produknya didatangkan langsung oleh Gabungan Kelompok Tani.

“Kami potong mata rantai distribusi pangan yang terlalu panjang, sehingga harganya bisa lebih murah,” ujarnya sambil mengungkapkan untuk program keduanya yakni akan membuat lab mini.

Bahkan bazar yang diselenggaran dalam rangka bulan ramadan ini sudah mencapai transaksi sebesar Rp 60 juta dari 36 peserta, sedangkan produk yang dijual berupa beras, daging, sayuran dan lainnya.

Sementara Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dalam sambutannya mengungkapkan, Pemkot akan memperbanyak TTI di Tangsel, dikarenakan harga produk mahal karena berbagai faktor baik dalam pengiriman dan lainnya.

“Produk mahal biasanya karena jalan-jalan dulu, kami ingin memperpendek jalur birokrasi dari produk tersebut, sehingga harganya pun terjangkau,”ungkapnya.

Dirinya akan mempersingkat perputaran jarak, sehingga harga yang dijual tidak terlalu tinggi.(red/hms kominfo)

Leave A Reply

Your email address will not be published.