Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur

Kamis, 13 Februari 2025

 


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Hal ini disampaikan Erdogan dalam pertemuan High-Level Strategic Cooperation Council (HLSCC) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/2/2025).

"Kami berkomitmen untuk ikut serta dalam pembangunan proyek IKN dengan melibatkan perusahaan konstruksi kami kelas dunia," ujar Erdogan dalam jumpa pers.Selain membahas pembangunan IKN, kedua pemimpin negara juga menyepakati 13 perjanjian kerja sama di berbagai sektor, termasuk energi, kesehatan, pertanian, industri pertahanan, komunikasi, dan pendidikan.

"Kami telah menandatangani joint statement yang memperkuat kerja sama di bidang pertahanan yang sudah ada. Kami juga mendiskusikan potensi kerja sama di masa depan dengan lebih detail," jelas Erdogan.

Turki dan Indonesia juga berkomitmen untuk meningkatkan volume perdagangan hingga US$ 10 miliar per tahun secara seimbang. Erdogan menyoroti pentingnya ekspansi kerja sama di sektor pertanian, industri halal, dan ekonomi.

"Kami memandang penting perluasan kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan industri halal, yang perlu terus kita diskusikan," tambahnya.

Di bidang pariwisata, Erdogan menginginkan peningkatan hubungan people-to-people antara Turki dan Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya menambah frekuensi penerbangan langsung antara kedua negara.

"Tahun lalu, sebanyak 203.000 turis Indonesia berkunjung ke Turki, dan 50.000 turis Turki berkunjung ke Indonesia. Angka ini menggembirakan, tetapi saya yakin masih di bawah potensi kita," ujar Erdogan.

Selain itu, Erdogan menyoroti antusiasme 5.000 pelajar Indonesia yang mendaftar beasiswa di Turki, yang dianggap sebagai duta kebudayaan kedua negara.

"Dalam hal ini, Yunus Emre Institute, Turkish Maarif Foundation, dan TIKA (Turkish Cooperation and Coordination Agency) akan terus mengembangkan hubungan people to people ini," terangnya.

Erdogan juga menegaskan komitmen Turki untuk meningkatkan komunikasi dengan berbagai organisasi internasional, seperti ASEAN, PBB, G20, MIKTA, D8, dan OKI.