Terputar

Title

Artist


Jika kalian sedang membangun bisnis rintisan, maka harus waspada dengan serangan siber

Ditulis oleh pada Februari 17, 2022

Jika kalian sedang membangun bisnis rintisan, maka harus waspada dengan serangan siber.

Memang Anda dapat menemukan sekitar satu juta tips tentang cara membuat startup tetap bertahan di era digital.

Dan tak dipungkiri biasanya banyak konsultan membantu untuk merincikan masalah perencanaan bisnis, strategi pemasaran, menarik investasi tambahan dan sebagainya. Namun jarang yang berbicara tentang masalah membangun sistem keamanan siber yang solid.

Sayangnya, kurangnya pemahaman yang jelas tentang ancaman dapat membuat startup kehilangan bisnis yang berpotensi sukses, dan rata-rata kesalahanya cenderung sama lalu berulang.

Itu sebabnya bagi Anda yang sedang membangun bisnis perusahaan rintisan, berikut hal yang bisa Anda lakukan, guna mencegah serangan siber yang mengancam:

  1. Hak akses yang terlalu menyebar luas

Seringkali ketika seorang karyawan startup membutuhkan akses ke sumber daya atau layanan perusahaan, ia langsung mendapatkan hak administrator dengan mudah.

Orang yang berbagi hak akses tersebut biasanya berpikir lebih mudah untuk memberikan akses ke semuanya sekaligus, tanpa memahami kebutuhan sebenarnya dari karyawan tertentu dan tanggung jawabnya, daripada mendapatkan permintaan akses baru setiap minggu.

Tetapi semakin banyak hak akses yang dimiliki karyawan, kemungkinan celah keamanan semakin besar. Jika Anda ingin meminimalkan jumlah insiden siber, maka sudah seharusnya karyawan hanya boleh memiliki hak akses yang diperlukan dan hanya terbatas untuk tugas mereka.

  1. Kurangnya aturan sistem penyimpanan informasi

Secara umum, ini buruk untuk bisnis dengan skala apa pun. Tetapi dalam sebuah perusahaan rintisan, karena pergantian staf yang cukup sering, suatu hari Anda mungkin tidak dapat menemukan file pekerjaan penting.

Kemungkinan besar mereka ada di suatu tempat, namun akan susah bagi Anda untuk menemukannya kembali.

  1. Melupakan kata sandi

Masalah umum lainnya adalah melupakan kata sandi untuk jejaring sosial perusahaan atau layanan lain yang jarang digunakan.

Mungkin anggota staf baru membuat akun Facebook atau LinkedIn untuk membantu mempromosikan bisnis, tetapi gagal membagikan detail akun dengan anggota staf lain, lalu segera menuju pergantian jobdesk lainnya – sehingga kredensial penting tersebut telah hilang, dengan sedikit peluang untuk pulih.

  1. Hindari kata sandi bersama

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa dengan omset tinggi, mungkin ada baiknya menggunakan akun bersama. Tetapi semakin banyak orang mengetahui kata sandi, semakin besar kemungkinannya bocor karena phishing, kelalaian, atau upaya siber berbahaya lainnya.

Selain itu, akan sangat mempersulit penyelidikan suatu insiden, ketika itu terjadi.

  1. Kata sandi di layanan cloud

Kesalahan terkait kata sandi lainnya adalah menyimpannya di beberapa file di Google Documents, karena pengaturan yang salah berarti biasanya dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki tautan.

Baca juga: 5 Tips Ampuh Hindari Berita Palsu, Ingat Cek Kedalaman Fakta itu Penting!

Terkait kata sandi pula, beberapa masalah terkait dengan kata sandi akan kurang berbahaya jika perusahaan rintisan tidak mengabaikan otentikasi dua faktor pada akun pekerjaan.

Ini memungkinkan Anda untuk melindungi data penting dari berbagai metode pencurian, seperti phishing. Pertama-tama, perlindungan dua langkah harus diterapkan pada semua layanan keuangan, seperti Upwork.


Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan