Terputar

Title

Artist


Radix menjadi satu-satunya jaringan terdesentralisasi di mana pengembangnya dapat membangun aplikasinya sendiri tanpa takut akan eksploitasi maupun peretasan sistem

Ditulis oleh pada Januari 23, 2022

Radix menjadi satu-satunya jaringan terdesentralisasi di mana pengembangnya dapat membangun aplikasinya sendiri tanpa takut akan eksploitasi maupun peretasan sistem. Setiap peningkatan akan dihargai dan tidak terhambat dengan skalabilitas pengembangan aplikasi yang berbasis global.

Radix adalah tempat di mana DeFi dapat berkembang sepuluh kali lebih produktif. Pengembang DeFi di Radix tidak akan membuang waktunya hingga 90% hanya untuk berkutat dengan kode-kode.

“Jadi, bisa dibilang Radix sangat mendukung perkembangan developer DeFi termasuk tingkat keamanan dan kenyamanan dalam penggunaan. Radix sedang membangun platform terbuka yang saling berhubungan di mana berbagai aplikasi DeFi yang kuat akan dibangun dengan aman dan selamat,” ujar CEO Radix, Piers Ridyard dalam siaran pers, Sabtu (22/1/2022).

Adapun platform yang sudah dinaungi oleh Radix ialah stable coin, pinjaman dengan agunan, perpetual futures, pertukaran terdesentralisasi, dompet dan dasbor, pasar uang.

Kemudian hasil pertanian, opsi dan derivatif, NFT, gaming, asuransi DeFi, manajemen portofolio. Selain itu, Radix juga menyediakan staking di jaringannya. Makin besar nilai yang dipertaruhkan, makin aman jaringan tersebut. Radix satu-satunya jaringan terdesentralisasi di mana pengembangnya dapat membangun aplikasinya sendiri tanpa takut akan eksploitasi maupun peretasan sistem.

Radix mempunyai token mata uang kripto yang disebut dengan Radix (XRD). Token ini digunakan untuk mengamankan jaringan melalui staking, mengakses DeFi, menyebarkan kontrak pintar dan membayar transaksi.

“Untuk membantu memastikan keamanan jaringan, 300m Radix(XRD) dihasilkan oleh protokol setiap tahun dan dibagikan kepada mereka yang berkepentingan. Berdasarkan harga pasar saat ini, 300M XRD bernilai sekitar $62M. Versi pertama Radix Mainnet adalah Olympia yang diamankan dengan bukti kepemilikan yang didelegasikan, tentunya membuat staking menjadi sangat mudah,” lanjutnya.

Untuk melengkapi pelayanannya, Radix meluncurkan Scrypto, sebuah aplikasi yang bisa mengelola $100 juta dolar. Scrypto adalah bahasa kontrak pintar open source dari jaringan publik Radix. Scrypto dibangun dengan kontrak pintar yang memungkinkan pengembang membuat DeFi dApps (aplikasi terdesentralisasi) yang aman dan kuat.

Keunggulan Scrypto yakni berorientasi pada aset, artinya Scrypto adalah bahasa pertama di mana aset bernilai (baik token, NFT, dan lainnya) adalah tipe kelas satu yang memastikan tidak ada yang hilang atau tidak diperhitungkan saat runtime.

“Scrypto didasarkan pada Rust, memberikan logika yang kuat dan ekspresif dari salah satu bahasa yang paling disukai saat ini, sambil menambahkan fungsi dan primitif berorientasi aset yang memungkinkan pengembang fokus pada pemrograman keuangan dengan cepat, bukan memprogram blockchain,” lanjut Piers.


Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan