Terputar

Title

Artist


1.500 Kue Parnell Cakery Berhasil Terjual Dalam Kegiatan JBL Kota Administrasi Jakarta Utara

Ditulis oleh pada Januari 9, 2022

 

Kegiatan Jumat Beli Lokal (JBL) Kota Administrasi Jakarta Utara yang berlangsung sejak 1 hingga 7 Januari 2022 memberikan semangat baru bagi para pelaku UMKM di wilayah Jakarta Utara untuk terus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Hal ini juga dirasakan oleh Lisa, pelaku UMKM dengan brand Parnell Cakery yang tergabung dalam Jakpreneur Kecamatan Kelapa Gading.

“Saya sangat terbantu sekali dengan adanya program JBL Kota Administrasi Jakarta Utara. Ada tiga produk yang saya pasarkan dalam JBL kali ini yaitu kue soes, choco lava, dan choco moist dengan kisaran harga mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Untuk JBL hari ini, saya benar-benar kasih harga promo sebagai perkenalan produk dari Parnell Cakery,” ungkap Lisa saat ditemui di Balai Yos Sudarso, Kantor Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Jumat (7/1).

Dalam kegiatan JBL tersebut, Lisa berhasil menjual 1.500 kue. “Awalnya, 1.200 kemudian ada penambahan order jadi 1.500 waktu live shopping JBL. Saya usahakan untuk memenuhi permintaan pesanan JBL dan mengirimkannya sesuai jadwal di hari ini,” jelasnya.

Sejak satu tahun lalu, Lisa resmi bergabung dalam program Jakpreneur di wilayah Kecamatan Kelapa Gading. “Dari awal perkembangannya cukup bagus. Kita dibina agar menghasilkan produk yang berkualitas kemudian dibantu dengan market yang lebih luas. Dengan begitu, produksinya harus dipertahankan terus baik secara kualitas maupun kuantitas,” ucapnya.

Mendapatkan keuntungan besar bukan hal utama yang ia kejar melainkan bagaimana bisa membuat orang lain bahagia setelah menikmati produk olahannya. “Saya buat kue-kue ini dengan hati. Buat orang lain happy dan kita juga happy. Semakin kita membuat sesuatu yang enak, harga murah, pengemasannya yang menarik maka akan semakin banyak yang kita beri,” tutur Lisa.

Dengan keahliannya membuat kue, ia terus berinovasi untuk membuat aneka kue. “Saat ini, sudah ada 40 varian kue yang pemasarannya secara online bisa melalui WhatsApp Grup, Instagram, dan lain-lain. Mempertahankan rasa itu yang paling utama kemudian didukung cara pengemasannya karena kalau kue itu rapi maka kita suka makannya,” ujarnya.


Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan