Terputar

Title

Artist


Purnawirawan Polisi Lakukan Premanisme di Apartement Mediterania Marina Residence Ancol

Ditulis oleh pada Desember 30, 2021

 

Pademangan Jakarta Utara – Aksi premanisme terhadap warga kembali terjadi. Kali ini, penghuni dan pengelola Apartement Mediterania Marina Residence Ancol, Pademangan Jakarta Utara, jadi korban. Aksi premanisme diduga dilakukan oleh purnawirawan polisi beserta kelompoknya, pada Selasa (28/12/2021).

Sekretaris Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Marina Ancol, Giri, menjelaskan aksi premanisme terjadi saat
seorang purnawirawan polisi bernama Yuskamnur datang ke Apartement Mediterania Marina Residence Ancol beserta sejumlah orang yang bukan penghuni Apartement Mediterania Marina Residence Ancol.

Giri mengungkapkan bahwa Yuskamnur meminta agar kelompoknya diperbolehkan untuk memakai ruang rapat pengelola apartement. Namun, pihak sekuriti menghalau sekelompok orang tersebut lantaran tidak mengindahkan prokes covid-19. “Mereka tidak pakai masker dan tidak mengikuti prokes yang kami berlakukan di area apartemen,” kata Giri.

“Penghuni (Yuskamnur) minta untuk rapat di tempat kami tapi tidak memungkinkan karena tidak ada janji sebelumnya. Lagi pula fasilitas itu hanya untuk penghuni apartemen,” ujar Giri.
Penolakan itulah menjadi sebab percekcokan antara purnawirawan polisi beserta kelompoknya dan pengelola apartemen. Tanpa tedeng aling-aling, Yuskamnur, lanjut Giri, merampas salah satu HP dari pihak pengelola. Hal itu dilakukan Yuskamnur lantaran tak ingin pihak pengelola merekam percekcokan antara keduanya.

“Tindakannya itu adalah semacam perbuatan tidak menyenangkan, properti orang lain sampai rusak, perbuatan dengan kekerasan. Seharusnya, pak Yus tahu aturan karena ia purnawirawan Polri,” terang Giri.

Giri juga menambahkan bahwa Yuskamnur yang juga merupakan Ketua Pengawas P3SRS, sering membuat keresahan para pekerja pengelola apartemen.  “Caranya dengan membuat yang bersifat ketakutan (terhadap pekerja),” pungkasnya.

Lalu Abraham, selaku Kepala Keamanan Apartement Mediterania Marina Residence Ancol mengemukakan, adanya cekcok tersebut membuat kegaduhan yang menganggu penghuni lainnya.  “Mereka buat kegaduhan, karena pas mereka datang itu banyak penghuni yang tengah dilayani pihak pengelola,” jelas Abraham.

Keresahan pun dirasakan salah satu penghuni apartement yang tak ingin namanya disebutkan.  Penghuni ini menyesalkan adanya aksi premanisme yang terjadi di tempat hunian warga. “Inikan residensi. Tempat tinggal warga. Rasanya gak nyaman,” ujarnya.
Adanya aksi premanisme ini pun membuat pihak pengelola apartemen Marina Ancol melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya.

Niko selaku Kepala Customer Service Apartement Mediterania Marina Residence Ancol juga menyayangkan sikap penghuni yang bersama sekelompok orang bersafari hitam tersebut bersikap premanisme dan melanggar protokol kesehatan.

“Kita sudah berikan nasehat baik-baik, tapi malah mereka tidak menerima nasehat yang kita berikan selaku pengelola apartmenet,” ungkap Niko.

Adapun Yuskamnur yang dihubungi untuk dikonfirmasi tidak menjawab.

Pengamat sosial dari Universitas Indonesia Ricardi S Adnan menuturkan di masa pandemi ini sudah sepantasnya segenap pihak untuk mematuhi prokes. Terlebih saat ini Wabah Covid 19 dengan Varian Omicron.

Anggota Tim Pakar Bid Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 itu menyebut petugas yang bertanggung jawab terhadap suatu ruang publik, seperti apartemen, punya hak untuk melarang siapa pun yang melakukan pelanggaran di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. “Dan tidak boleh ada pihak yang merasa berkuasa dengan melakukan pelanggaran prokes. Apalagi sampai merusak properti orang lain.”

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menegaskan pihaknya akan menerima dan memproses setiap laporan warga mengenai tindak premanisme yang merugikan warga. “Ini menindaklanjuti instruksi Kapolri untuk memberantas semua aksi premanisme,” tandasnya.


Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan