Terputar

Title

Artist


Kecerdasan emosional cenderung tidak terlalu diperhatikan jika dibandingkan dengan kecerdasan intelektual. Padahal berdasarkan jurnal The relation between emotional intelligence and job performance: A meta-analysis 

Ditulis oleh pada Desember 6, 2021

Kecerdasan emosional cenderung tidak terlalu diperhatikan jika dibandingkan dengan kecerdasan intelektual. Padahal berdasarkan jurnal The relation between emotional intelligence and job performance: A meta-analysis yang dilakukan Ernest H. O’Boyle Jr. serta peneliti lain, semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional, maka semakin baik pekerjaan yang dilakukannya.

Disadur dari inc.com, menurut Psychology Today, “Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengelola emosi Anda sendiri dan emosi orang lain.” Banyak pemimpin paling sukses di dunia memiliki kecerdasan emosional, atau kemampuan untuk mengidentifikasi dan memantau emosi entah dari diri mereka sendiri dan orang lain.

Seorang peneliti Harvard, Daniel Goleman, dikutip dari cnbc.com mengemukakan bahwa kecerdasan emosional terdiri dari empat domain yang memiliki 12 kompetensi inti.

1. Kesadaran diri

Kesadaran diri adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan emosi diri. Jika memiliki kesadaran diri, maka seseorang dapat mengetahui apa yang dirinya sendiri rasakan, penyebabnya dari perasaan itu, serta bagaimana perasaan itu membantu atau menyakiti hal yang sedang ingin dilakukan.

Kompetensi 1: Kesadaran emosional diri

Jika kamu memiliki hal ini, maka kamu memahami kekuatan dan keterbatasan diri sendiri; dapat beroperasi dari kompetensi dan tahu kapan harus mengandalkan orang lain. Selain itu, kamu juga memiliki kejelasan nilai dan tujuan yang membuatmu lebih dapat menentukan apa yang harus dilakukan.

2. Manajemen diri

Manajemen diri adalah kemampuan mengendalikan emosi dan impuls yang mengganggu. Keterampilan ini sangat berguna terutama di saat-saat sulit.

Kompetensi 2: Kontrol emosional diri

Seseorang yang memiliki kontrol emosional diri akan bersikap tenang meski berada di bawah tekanan dan cepat pulih dari gangguan. Mereka tahu bagaimana menyeimbangkan perasaan demi kebaikan untuk semua aspek; dirinya sendiri, orang lain, tugas, misi, atau visi yang diberikan.

Kompetensi 3: Adaptabilitas

Ini adalah kemampuan menghadapi perubahan dan ketidakpastian. Seseorang yang memiliki adaptabilitas dapat menemukan cara baru untuk menghadapi tantangan yang berubah cepat, serta dapat menyeimbangkan banyak tuntutan sekaligus.

Kompetensi 4: Orientasi pencapaian

Ini adalah usaha untuk memenuhi atau melampaui standar keunggulan. Seseorang yang memiliki orientasi pencapaian, menghargai feedback atas kinerjanya dan terus mencari cara untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik.

Kompetensi 5: Berpandangan positif

Mereka yang berpandangan positif melihat kebaikan dari orang lain, situasi, dan peristiwa. Ini adalah kompetensi yang dapat membangun ketahanan dan menyiapkan panggung untuk inovasi dan peluang.

3. Kesadaran sosial

Kesadaran sosial menunjukkan ketepatan dalam membaca dan memaknai emosi orang lain, seringkali melalui isyarat non-verbal. Dengan kemampuan ini, seseorang mampu berhubungan dengan berbagai jenis orang, mendengarkan penuh perhatian, dan berkomunikasi secara efektif.

Kompetensi 6: Empati

Empati berarti memberikan perhatian penuh kepada orang lain dan meluangkan waktu untuk memahami apa yang mereka katakan dan bagaimana perasaan mereka. Seseorang yang memiliki empati selalu berusaha menempatkan diri di posisi orang lain.

Kompetensi 7: Kesadaran organisasi

Seseorang yang memiliki kesadaran organisasi dapat membaca arus dan dinamika emosional dalam kelompok atau organisasi. Terkadang dapat memprediksi reaksi orang lain di tim terhadap suatu hal, yang memungkinkan mereka untuk menyiapkan diri atas segala yang mungkin terjadi secara strategis.

4. Manajemen hubungan

Manajemen hubungan adalah keterampilan interpersonal yang memungkinkan seseorang bertindak dengan cara yang memotivasi, menginspirasi, dan menyelaraskan diri dengan orang lain sambil mempertahankan hubungan yang penting.

Kompetensi 8: Berpengaruh

Jika kamu adalah orang berpengaruh, maka kamu adalah pemimpin alami yang dapat mengumpulkan dukungan orang lain secara mudah, menciptakan kelompok yang terlibat, dimobilisasi, dan siap melaksanakan tugas.

Kompetensi 9: Pelatih dan mentor

Yang memiliki kompetensi ini adalah mereka yang mendorong pembelajaran jangka panjang dengan memberikan feedback dan dukungan. Mereka mempersuasif orang lain sehingga orang lain akan termotivasi.

Kompetensi 10: Manajemen konflik

Merasa nyaman berurusan dengan ketidaksepakatan antara banyak pihak lalu membawa perselisihan ke tempat terbuka, dan menemukan solusi terbaik untuk semua pihak? Berarti kamu memiliki kemampuan dalam manajemen konflik.

Kompetensi 11: Kerja tim

Hal ini berkaitan dengan iteraksi yang baik sebagai anggota kelompok dan dapat bekerja dengan orang lain. Selain itu juga dapat aktif berpartisipasi, berbagi tanggung jawab dan penghargaan, serta berkontribusi pada kemampuan tim secara keseluruhan.

Kompetensi 12: Kepemimpinan yang menginspirasi

Seseorang yang memiliki kemampuan ini adalah mereka yang menginspirasi dan membimbing orang lain menuju tujuan. Mereka juga selalu menyelesaikan pekerjaan dan bisa mengeluarkan kualitas terbaik tim.

Setelah membaca ciri-ciri seseorang yang memiliki kecerdasan emosional, apakah kamu memilikinya?

 


Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan