Terputar

Title

Artist


Komisi Eropa menyetujui pemberian vaksin Covid-19 Pfizer kepada anak-anak berusia 5-11 tahun

Ditulis oleh pada November 26, 2021

Komisi Eropa menyetujui pemberian vaksin Covid-19 Pfizer kepada anak-anak berusia 5-11 tahun pada Kamis (25/11/2021). Ini adalah vaksin pertama yang disetujui dalam kelompok usia di mana virus menyebar dengan cepat.

Hanya segelintir negara yang sebelumnya menyetujui vaksinasi virus corona pada anak-anak, termasuk Amerika Serikat (AS), Israel, dan Kanada.

“Saya senang memberi tahu Anda bahwa Comirnaty mulai hari ini telah menerima persetujuan untuk (diberikan kepada) anak-anak berusia 5-11 tahun,” kata kepala strategi vaksin di Badan Obat-Obatan Eropa (EMA) Marco Cavaleri pada Kamis.

Ia juga menyebutkan nama merek vaksin.

“Ini didasari pada dosis berbeda dengan yang digunakan pada orang dewasa, pada dasarnya ini adalah dosis yang jauh lebih rendah,” katanya dalam pertemuan publik secara virtual.

Vaksin tersebut sudah disetujui untuk digunakan pada orang berusia 12 tahun ke atas di 27 negara-negara Uni Eropa (UE).

Anak-anak berusia 5-11 tahun akan diberikan sepertiga dari dosis yang diterima orang dewasa dalam dua suntikan, dengan jarak tiga minggu, kata EMA dalam pernyataan resminya.

Vaksin itu 90,7% efektif dalam penelitian terhadap hampir 2.000 anak-anak seusia itu, tambahnya.

Efek samping biasanya ringan atau sedang yang berlangsung dalam beberapa hari, termasuk rasa sakit di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, dan kedinginan.

“Oleh karena itu (EMA) menyimpulkan bahwa manfaat Comirnaty pada anak-anak berusia 5-11 tahun lebih besar daripada risikonya, terutama pada mereka yang memiliki kondisi yang meningkatkan risiko Covid-19 yang parah,” jelasnya.

Tetapi keamanan vakin Pfizer pada anak-anak akan terus dipantau secara ketat.

Otoritas kesehatan mengatakan anak-anak merupakan proporsi peningkatan kasus baru dan rawat inap di Eropa, yang kembali menjadi pusat pandemi Covid-19.

Anak-anak juga dianggap sebagai pendorong utama infeksi, meski terkadang mereka tidak mengalami gejala.

Di Belanda, tempat EMA bermarkas, pihak berwenang mengatakan awal pekan ini bahwa peningkatan terbesar dalam kasus adalah di antara anak-anak hingga usia 12 tahun.

“Kita tahu bahwa Covid-19 yang parah dan kematian masih cukup jarang terjadi pada anak-anak. Namun penyakit dengan tingkat keparahan apa pun terjadi pada semua usia anak. Selain itu, penularan yang tinggi menyebabkan peningkatan rawat inap pada anak-anak dari segala usia,” kata Cavaleri.

Sementara anak-anak dengan kondisi kesehatan bawaan lebih mungkin menjadi sakit, katanya, mayoritas anak-anak yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 dinyatakan sehat.

Mereka juga berisiko mengalami apa yang disebut gejala Covid-19 panjang yang berlangsung selama berbulan-bulan setelah infeksi, serta sindrom inflamasi multisistem.

EMA secara terpisah meninjau vaksin Covid-19 Moderna untuk anak-anak berusia 6-11 tahun dan menargetkan keputusan baru akan disampaikan pada Januari 2022.

Sejauh ini regulator telah menyetujui empat vaksin untuk digunakan untuk orang dewasa di UE, yakni Pfizer dan Moderna yang menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA), maupun Astrazeneca dan Johnson & Johnson yang menggunakan teknologi vektor virus.


Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan

Email anda tidak ditampilkan. Wajib jika ada tanda *