Terputar

Title

Artist


P2P lending adalah alternatif investasi untuk mengembangkan dana sebagai salah satu cara untuk diversifikasi aset Anda

Ditulis oleh pada November 5, 2021

P2P lending adalah alternatif investasi untuk mengembangkan dana sebagai salah satu cara untuk diversifikasi aset Anda. Melalui TaniFund sebagai P2P lending, Anda dapat melakukan beberapa pendanaan berdampak sosial terhadap sektor pertanian dan UMKM pangan Indonesia.

Nah, sekarang siapa bilang bekerja di sektor pertanian harus terlibat langsung dalam pengolahan tanah & mencangkul? Melalui perkembangan financial technology (fintech), masyarakat dapat bergerak ke sektor pertanian dengan menjadi pendana bagi petani dan pengusaha UMKM Indonesia lewat P2P Lending TaniFund.

Adapun platform P2P Lending TaniFund di Indonesia telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Penyelenggara Fintech P2P Lending pada sektor agrikultur. Keputusan OJK tersebut tertuang dalam Surat Tanda Berizin KEP-64/D.05/2021 yang diterbitkan pada tanggal 2 Agustus 2021.

Dalam rangka merayakan ulang tahun TaniHub Group yang ke-5 (Taniversary), TaniFund juga menyelenggarakan peluncuran aplikasi Android TaniFund dan juga webinar Financial Upgrade with Impact bersama Felicia Putri Tjiasaka. Anda dapat belajar banyak mengenai bagaimana cara mengembangkan keuangan Anda, membuat uang bekerja untuk kita, menghasilkan pendapatan pasif, khususnya melalui platform P2P lending seperti TaniFund. Anda dapat menonton ulang siaran ini melalui media sosial YouTube TaniFund.

Memilih P2P lending sebagai platform untuk mendapatkan keuntungan pasif bisa dijadikan suatu pilihan yang tepat, berdasarkan webinar tersebut dikatakan bahwa minimal memiliki bunga 10% seharusnya sudah cukup mendukung keuntungan Anda sebagai pendana dalam suatu platform. Tinggal bagaimana memilih proyek pendanaan yang tepat dengan mempertimbangkan bisnis hingga pengelolaan, seperti apa yang disampaikan oleh William Setiawan selaku VP Product & Co-Founder TaniHub Group mengenai mitigasi risiko pendanaan di TaniFund.

TaniFund sebagai P2P lending di bawah startup agritech TaniHub Group meyakini bahwa lisensi OJK yang diraih dapat meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan para pendana (lender) dan peminjam (borrower). Dengan mengantongi izin usaha dari OJK, TaniFund dapat dipastikan keabsahan keberadaannya karena telah diakui secara resmi dan diawasi secara aktif oleh regulator industri keuangan Indonesia.

Dengan berbekal dukungan masyarakat, TaniFund akan memperluas ekspansinya ke luar pulau Jawa, melakukan inovasi produk, dan memperkuat monitoring melalui advanced internal credit scoring.

Pamitra Wineka, CEO TaniHub Group mengatakan, lisensi OJK menjadi pemicu bagi TaniFund agar terus bergerak menciptakan dampak sosial (social impact) melalui penyediaan akses permodalan dan pembinaan kepada para petani.

“Sebagai bagian dari TaniHub Group, TaniFund kedepannya diharapkan semakin memperbesar kontribusinya terhadap bisnis, sesuai dengan strategi dalam beberapa tahun ke depan untuk memperkuat upstream agar semakin memberikan dampak kepada sektor pertanian Indonesia,” ujar Pamitra melalui keterangan, Kamis (4/11/2021).

Natalia Rialucky Marsudi, Chief Strategy Officer TaniHub Group mengatakan, lisensi OJK semakin memantapkan TaniFund untuk dapat menyalurkan pendanaan baru sebesar Rp700 miliar dalam beberapa tahun ke depan.

“Harapan kami di TaniFund bisa lebih luas lagi menciptakan dampak sosial dengan memberikan akses inklusi keuangan dan permodalan bagi petani serta pengusaha UMKM lokal melalui ekosistem kami,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Ria, dengan lisensi OJK TaniFund meyakini dapat mengundang lebih banyak lagi lender baru dan mendorong lender lama untuk meningkatkan pendanaan mereka. Pasalnya, lisensi OJK akan membuat para lender baru dan lama semakin mantap dengan kesiapan TaniFund dalam mengkurasi proyek-proyek pendanaannya.

Edukasi mengenai pemahaman risiko tetap rutin diberikan kepada lender sesuai dengan anjuran OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Inilah yang membedakan TaniFund dengan perusahaan fintech lainnya. Untuk pemasarannya sendiri, TaniFund memastikan mitra petani mereka memiliki off taker untuk menyerap hasil panennya, ataupun salah satu caranya adalah dengan mendistribusikannya ke sister company perusahaan tersebut yaitu TaniHub yang merupakan marketplace produk pertanian.

“Dananya kami berikan kepada petani, setelah selesai penggarapan hasil produksinya kami ambil dan kemudian diberikan kepada kelompok kami sendiri yaitu TaniHub,” ujar Ria melalui video conference.

Ia melanjutkan, masyarakat bisa memberikan dana kepada petani hanya dengan Rp100.000 saja melalui platform P2P Lending TaniFund dan mendapatkan bunga hingga 18% p.a. Sebanyak lebih dari 5.400 petani sudah mendapatkan pendanaan yang disalurkan oleh TaniFund di berbagai wilayah di Indonesia dan sebanyak lebih dari 10.000 orang yang menjadi pemberi pinjaman yang mana lebih banyak didominasi oleh pendana tingkat individu.

Per Oktober 2021, TaniFund tercatat telah menyalurkan total pinjaman sebesar Rp 377,63 miliar dengan total outstanding pinjaman ad interim sebesar Rp 30,43 miliar. Dari jumlah tersebut, total pinjaman yang dilunasi mencapai Rp 239,38 miliar. Sementara itu, pengembalian homogen adalah 14,20 persen per tahun (p.a).

TaniFund sendiri memberikan kabar kepada pendana melalui laman tanifund.com. Melalui halaman ini, calon pendana dapat melihat berbagai proyek pertanian yang ditawarkan.

“Kami juga memberikan pemahaman kepada masyarakat, untuk hasilnya, semuanya tertuang dalam prospektus di website & liputan proyek lengkap,” ujarnya.

Misalnya, kelompok tani yang melakukan budidaya jamur tiram di Sukabumi, Jawa Barat. Melalui laman ini, TaniFund memuat informasi tentang berapa besar dana yang dibutuhkan, tenor proyek serta kapan periode budidaya tersebut dilakukan. Besarnya bunga per tahun juga dilampirkan dan bisa mencapai hingga 18% p.a dengan pengembalian setiap bulan atau akhir periode, sehingga cocok untuk dijadikan sarana pendapatan pasif.

Di halaman ini, TaniFund juga menyediakan informasi mengenai jamur tiram, prospek budidaya, risiko budidaya, serta profil singkat kelompok tani yang akan menjalankan budidaya tersebut. Dengan demikian, calon pendana dapat mengetahui secara mendalam prospek proyek yang akan didanai.

Selanjutnya, TaniFund melampirkan informasi lebih rinci dalam prospektus untuk setiap program. Selain fakta-fakta dasar di atas, isi prospektus juga merinci penggunaan penyertaan modal. Info lebih lanjut, Anda dapat mengunduh aplikasi TaniFund yang sudah diluncurkan secara resmi, Sabtu (23/10/2021).


Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan